BREAKING NEWS
    7,259 view

    Fadly Amran Menilai Batagak Penghulu bukan Sekadar Seremoni Adat

    Waktu Baca: 2 menit
    Wako Padang, Fadly Amran, saat memberikan sambutan dalam prosesi Batagak Penghulu di Kenagarian Koto Tangah, Sabtu (11/10/2025). (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa prosesi Batagak Penghulu bukan sekadar seremoni adat, tetapi pengukuhan tanggung jawab besar bagi seorang pemimpin kaum. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Penjamuan Batagak Panghulu Suku Koto Kenagarian Koto Tangah bagi Ketua LKAAM Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Sabtu (11/10/2025).

    Acara adat tersebut berlangsung di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah. Hadir juga Wawako Padang, Maigus Nasir, anggota DPR RI, unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang, para kepala daerah, anggota DPRD se-Sumbar, serta tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, dan bundo kanduang.

    Selain itu, hadir pula Ketua TP-PKK Provinsi Sumbar Ny. Harneli Mahyeldi, Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, Ketua GOW Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

    Prosesi adat dimulai dengan Manjapuik Panghulu di Kantor KAN Nagari Koto Tangah. Setelah itu, Manti melanjutkan rangkaian acara seperti Sambah Siriah, penyerahan uang adat dan uang serak, pemasangan perlengkapan penghulu, hingga penyisipan keris dan penyerahan tongkat.

    Puncak kegiatan ditandai dengan Tagak Gala atau pengukuhan gelar oleh Rang Mudo. Acara itu juga disertai pembacaan sumpah penghulu dan petuah dari Ketua KAN Nagari Koto Tangah, Ahlidir Datuak Mudo.

    Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya prosesi adat tersebut. Ia menilai, kegiatan ini menjadi bukti nyata pelestarian adat dan budaya Minangkabau yang sarat nilai moral serta kebijaksanaan.

    “Prosesi Batagak Penghulu ini bukan hanya seremoni adat, tetapi juga pengukuhan tanggung jawab besar bagi seorang pemimpin kaum. Kami mengapresiasi Nagari Koto Tangah yang tetap menjaga tradisi luhur ini,” ujar Fadly Amran.

    Ia berharap, dengan dikukuhkannya Fauzi Bahar Datuak Sati sebagai Penghulu Suku Koto, peran ninik mamak dalam membina dan menegakkan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) semakin kuat di tengah masyarakat.

    “Alhamdulillah, beliau adalah teladan bagi kita semua. Semoga keteladanan itu mampu menjaga marwah kaum Suku Koto dan mengarahkan generasi muda ke masa depan yang lebih baik,” ujar Fadly Amran yang bergelar adat Datuak Paduko Malano.

    Sementara itu, Fauzi Bahar Datuak Sati menyampaikan terima kasih kepada ninik mamak dan seluruh warga Suku Koto di Kenagarian Koto Tangah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

    Ia berkomitmen menjaga marwah adat serta menanamkan nilai-nilai luhur Minangkabau kepada generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif zaman.

    “Gelar penghulu ini adalah amanah besar. Saya akan terus berupaya menjaga adat, memperkuat kebersamaan, dan membimbing generasi penerus dengan nilai-nilai kebaikan,” tutur Fauzi Bahar Datuak Sati. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *