AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
11,130 view

‎Fenomena “Sawah Luluih” di Limapuluh Kota, Praktisi GIS Ungkap Penyebab Ilmiah Tanah Amblas

Berita viral: bagaimana masyarakat bereaksi terhadap Sawah Luluih,GIS Sumatera Barat,Timtim,Nagari Situjuah Batua?
Praktisi GIS Sumatera Barat, Timtim Deby Purnasebta, mengemukakan pandangannya terkait fenomena sawah yang ambruk di Nagari Situjuah Batua, sehingga menciptakan lubang besar. (Foto: A. St. Mangkuto/TimAS)

‎Menurutnya, pendekatan yang lebih adaptif adalah mitigasi berbasis pengelolaan ruang, air, dan informasi spasial. Langkah awal meliputi pembatasan aktivitas di sekitar lokasi, pengalihan aliran irigasi, serta pemasangan zona aman

‎”Secara teknis, diperlukan pemetaan geologi detail dan survei geofisika, seperti geolistrik, untuk mengidentifikasi rongga bawah tanah dan zona berisiko. Dalam kerangka GIS, integrasi data geologi, hidrologi, topografi, dan penggunaan lahan dapat menghasilkan peta zona rawan sinkhole yang menjadi dasar perencanaan nagari dan pemerintah daerah,” ujarnya.

‎Kemudia dalam konteks praktis, area di sekitar sinkhole sebaiknya dialihkan menjadi kolam air permanen atau zona penyangga, sehingga tidak lagi memaksa lapisan tufa batuapung yang rapuh untuk menahan genangan air dan beban tanah. Pendekatan ini lebih realistis dan berkelanjutan dibandingkan upaya penutupan lubang secara cepat tanpa memahami kondisi bawah permukaan.

‎”Fenomena sawah luluih di Nagari Situjuah Batua menunjukkan bahwa warisan vulkanik Gunung Sago yang membentuk kesuburan tanah juga menyimpan potensi bahaya geologi,” ujar Timtim.

‎Sehingga dijelaskannya bahwa dengan pendekatan risiko bencana berbasis GIS, kejadian ini dapat dipahami secara lebih utuh mulai dari sumber bahayanya, tingkat keterpaparan, hingga kerentanan wilayah. Pemahaman ini menjadi kunci untuk merancang mitigasi yang tepat, adaptif, dan berbasis data, guna meminimalkan risiko kejadian serupa di masa depan. (*)‎

Avatar of A. St. Mangkuto
Avatar of Arditono
A. St. Mangkuto
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version