BREAKING NEWS
    9,926 view

    Festival Maulid Akbar bakal Digelar di Masjid Raya Padang Pariaman

    Waktu Baca: 3 menit
    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, memimpin rapat pesiapan Festival Maulid Akbar di Masjid Raya Padang Pariaman, di rumah dinasnya pada Minggu (24/8/2025). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Festival Maulid Akbar akan digelar Pemkab Padang Pariaman dalam peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, di Masjid Raya Padang Pariaman, Jumat (5/9/2025). Rangkaian kegiatan yang tak hanya religius, tetapi juga sarat tradisi dan budaya lokal.

    Gelaran akbar ini menjadi bagian dari Program 100 Festival Padang Pariaman, yang dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat. Tak hanya sekadar peringatan keagamaan, festival ini hadir sebagai ruang kebersamaan warga dalam merawat warisan leluhur sekaligus memperkuat jati diri budaya daerah.

    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa festival tersebut lahir dari semangat gotong royong. Menurutnya, masyarakat adalah kunci utama agar perayaan Maulid Nabi  1447 Hijriah berlangsung semarak.

    “Festival Maulid Akbar ini harus dilaksanakan secara bergotong royong, melibatkan alim ulama, ninik mamak, pemerintah, swasta, dan organisasi kemasyarakatan. Setelah festival ini, masjid-masjid dan surau-surau di nagari juga akan menggelar Maulid Nabi,” ujarnya dikutip Senin (25/8/2025).

    Dalam festival ini, sejumlah agenda telah disiapkan. Mulai dari zikir sarafal anam, tabligh akbar, festival malamang, festival bungo lado, shalawat dulang, hingga pertunjukan seni bela diri tradisional seperti silek dan ulu ambek. Kegiatan tersebut bukan hanya sarana dakwah dan syiar Islam, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat Minangkabau.

    Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Rudi Repenaldy Rilis, menambahkan bahwa persiapan teknis dan tema festival akan dimatangkan dalam rapat bersama seluruh unsur terkait. Hal ini untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, tertata, serta tetap menjaga nilai kebersamaan.

    Menurutnya, ada perbedaan khas dalam peringatan Maulid Nabi di Padang Pariaman dibandingkan daerah lain. Tradisi seperti malamang (memasak lemang bersama), badikie (membaca syair pujian Nabi), dan bungo lado (pohon uang untuk infak pembangunan masjid) menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan.

    “Berbeda dengan peringatan Maulid Nabi di banyak daerah lain, tradisi Padang Pariaman kaya akan simbol dan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara aktif,” jelasnya.

    Selain itu, ada pula makan bajamba atau makan bersama dalam satu wadah. Tradisi ini bukan hanya simbol rasa syukur, tetapi juga wujud kebersamaan dan perekat silaturahmi antarwarga. Ditambah lagi dengan seni tutur salawaik dulang yang menceritakan kisah Nabi, suasana perayaan semakin kental dengan nilai religius sekaligus budaya.

    Rudi menuturkan, peringatan Maulid Nabi di Padang Pariaman biasanya tidak berhenti dalam satu hari. Tradisi ini berlangsung selama tiga bulan, sejak Rabiul Awal hingga Jumadil Awal, dan dilaksanakan bergilir di surau-surau serta masjid di setiap nagari.

    “Festival Maulid Akbar kali ini diharapkan mampu mengangkat kembali kekayaan tradisi keagamaan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah dalam bingkai kebersamaan,” katanya.

    Festival ini diharapkan bukan hanya memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi panggung bagi generasi muda untuk memahami akar budaya mereka. Bagi Padang Pariaman, Festival Maulid Akbar adalah bukti bahwa nilai keagamaan dan tradisi lokal bisa berpadu harmonis, membentuk masyarakat yang religius tanpa kehilangan jati diri budaya. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *