BREAKING NEWS
    3,010 view

    FGD Penanggulangan Kekerasan di Padang Pariaman, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

    Waktu Baca: 3 menit
    Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis memimpin FGD perlindungan perempuan dan anak di IKK Kabupaten Padang Pariaman. (Foto: Polres Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – FGD penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak digelar di IKK Kabupaten Padang Pariaman, Rabu, 26 Agustus 2026. Forum yang dipimpin Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis itu melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, dan stakeholder terkait.

    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, memimpin forum tersebut bersama Kapolres Padang Pariaman, AKBP Riyana Purwasari, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Nita Christanti Azis.

    AKBP Riyana menjadi salah satu unsur utama dalam pelaksanaan FGD tersebut. Ia didampingi Kasat Reskrim AKP Nedra Wati, dan Kasat Binmas AKP Fahnedi.

    “FGD membahas upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan sekaligus perlindungan perempuan dan anak. Pertemuan berlangsung dengan melibatkan unsur dinas, instansi terkait, serta stakeholder di Kabupaten Padang Pariaman,” ujar AKBP Riyana dikutip Kamis (27/8/2026).

    Katanya, forum tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak. Pembahasan mencakup kondisi yang dihadapi, berbagai kendala, kontribusi setiap pihak, serta langkah yang perlu dilakukan secara bersama.

    “Ruang lingkup pembahasan tidak hanya menyentuh aspek pencegahan. Peserta juga membicarakan penanganan, penegakan hukum, pendampingan, hingga pemulihan setelah proses penanganan,” sambungnya.

    Salah satu hasil FGD, lanjut AKBP Riyana, adalah kesepakatan bahwa perlindungan perempuan dan anak menjadi tanggung jawab bersama. Upaya itu membutuhkan sinergitas lintas sektor agar setiap pihak dapat menjalankan perannya secara terpadu.

    “Setiap instansi dan stakeholder juga menyatakan komitmen untuk berperan aktif sesuai tugas, fungsi, serta kewenangan masing-masing. Kesepakatan itu menjadi dasar untuk memperjelas kontribusi setiap pihak dalam upaya perlindungan,” jelasnya.

    Pembahasan tidak berhenti pada pertemuan 26 Agustus 2026. Para pihak sepakat melanjutkan FGD melalui pertemuan berikutnya supaya pembahasan dapat diarahkan pada langkah yang lebih konkret.

    “Pertemuan lanjutan direncanakan berlangsung pada September 2026. Agenda utamanya mencakup pembahasan peran dan tanggung jawab setiap instansi atau stakeholder,” ungkapnya.

    Selain itu, imbuhnya, pertemuan lanjutan akan membahas pembagian tugas dan bentuk kontribusi masing-masing pihak. Mekanisme koordinasi serta langkah kerja bersama juga akan disusun dalam agenda tersebut.

    “FGD kemarin menjadi tahap awal penguatan koordinasi lintas sektor. Hasil pembahasan diarahkan untuk memperkuat pencegahan, penanganan, dan perlindungan perempuan serta anak secara terpadu dan berkelanjutan,” tukas AKBP Riyana.

    Turut hadir dalam FGD tersebut Plh. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Padang Pariaman, Indra Urama, Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Engga Lift Irwanto, Kepala DPMD Padang Pariaman, Nurhayati Mila, dan Kepala Disdukcapil Padang Pariaman Khairul Nizam.

    Lalu Kepala BPJS Kesehatan Padang Pariaman, Ina Mutia, Ketua BAZNAS Padang Pariaman, M. Defriadi, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Padang Pariaman, Renny Hendra Aswara, dan Direktur RSUD Padang Pariaman diwakili Kabid Pelayanan RSUD Rika Anwar.

    Pertemuan juga diikuti Koordinator TKSK dan Koordinator SDM PKH. Kehadiran lintas instansi tersebut memperlihatkan keterlibatan berbagai sektor dalam pembahasan perlindungan perempuan dan anak. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *