BREAKING NEWS

    Gerakan Indonesia Asri: Pemkab Pasaman Barat Gelar Goro Massal Serentak di Fasilitas Umum

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, S.H., M.M (Pakai Peci Hitam), memantau langsung jalannya aksi gotong royong massal yang dilaksanakan secara serentak di berbagai titik fasilitas umum di Pasaman Barat, Jumat (24/4). (Foto: Diskominfo Pasbar/Saipen TimAS)

    Pasaman Barat, AyoSumbar.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menginisiasi aksi gotong royong (goro) massal secara serentak di berbagai titik strategis, Jumat (24/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Indonesia Asri yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan serta menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah.

    Bupati Pasaman Barat, Yulianto, turun langsung memimpin jalannya aksi bersih-bersih di kawasan Masjid Agung Nurul Ilmi. Kehadiran orang nomor satu di Pasaman Barat tersebut menjadi stimulus semangat bagi para pegawai dan warga sekitar yang bahu-membahu membersihkan area rumah ibadah kebanggaan daerah itu.

    Di lokasi berbeda, Sekretaris Daerah (Sekda) Pasbar, Doddy San Ismail, mengomandoi aksi serupa di sepanjang jalur utama pusat kabupaten, mulai dari persimpangan Bapelitbangda hingga area Kantor Satpol PP. Aksi ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari instansi perkantoran, instansi vertikal, lembaga pendidikan, hingga menyentuh tingkat kecamatan dan nagari.

    Bupati melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasbar, Afkar, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kementerian Lingkungan Hidup. Ia menegaskan bahwa pola kebersihan lingkungan telah dijadwalkan secara rutin guna menciptakan kedisiplinan pegawai dan masyarakat.

    “Sesuai jadwal, setiap Selasa pegawai diwajibkan membersihkan lingkungan kantor masing-masing, sedangkan pada Jumat kegiatan kita fokuskan pada pembersihan fasilitas umum. Camat dan wali nagari juga diminta merangkul para pelaku usaha agar terlibat aktif membersihkan fasilitas umum, seperti jalan, jembatan, masjid, hingga drainase,” ujar Afkar.

    Isu pengelolaan sampah memang menjadi tantangan serius di Pasaman Barat. Afkar mengungkapkan bahwa produksi sampah di wilayah tersebut kini mencapai 188 ton per hari. Namun, kapasitas pengangkutan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) saat ini baru menyentuh angka sekitar 48 ton per hari.

    Menyikapi urgensi tersebut, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dengan mulai memilah sampah secara mandiri dari rumah. Pemisahan antara sampah organik dan anorganik dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi beban penumpukan sampah di TPA.

    “Harapan kami, masyarakat sadar untuk memilah sampah. Dengan pemilahan, yang dibawa ke TPA hanya sampah residu. Hal ini penting agar kapasitas TPA tidak cepat penuh dan lingkungan tetap terjaga,” tegas Afkar.

    Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, Pemkab Pasbar berharap budaya gotong royong tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan bertransformasi menjadi identitas dan budaya rutin demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri secara berkelanjutan.

    Avatar of Saipen Kasri
    Avatar of Saipen Kasri
    Saipen Kasri
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *