Gerakan Petani Milenial Padang Pariaman, Upaya Regenerasi dan Modernisasi Pertanian
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Gerakan Petani Milenial Padang Pariaman resmi diluncurkan sebagai langkah konkret Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mempercepat regenerasi petani dan mendorong modernisasi sektor pertanian.
Peluncuran Gerakan Petani Milenial Padang Pariaman ini berlangsung di Hall Kantor Bupati, dengan melibatkan 86 petani muda dari 17 kecamatan serta 63 penyuluh pertanian, termasuk para koordinator penyuluh, Rabu (6/8/2025).
Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, yang memimpin peluncuran, menegaskan bahwa keberadaan petani milenial sangat penting untuk menghadirkan wajah baru pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Ia menyoroti dominasi petani usia lanjut yang selama ini menjalankan sistem pertanian secara tradisional dan bersifat subsisten.
“Kita tidak bisa terus bertumpu pada pola lama. Kabupaten Padang Pariaman memiliki potensi agroklimat yang luar biasa, dan ini harus dikelola secara bijak dan modern. Pertanian bukan lagi sekadar bertahan hidup, tapi harus mampu menjangkau pasar dan menjadi penggerak ekonomi,” ujar Rahmat.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi pertanian yang berbasis efisiensi, teknologi, dan orientasi pasar. Menurutnya, kehadiran generasi muda adalah kunci utama untuk menjadikan sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
Gerakan Petani Milenial Padang Pariaman, sambung Rahmat, sejalan dengan Asta Cita yang menjadi visi nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni mencapai swasembada pangan nasional.
“Kalian adalah ujung tombak perubahan. Semangat kalian akan menentukan seperti apa wajah pertanian Padang Pariaman lima hingga sepuluh tahun ke depan. Mari kita bangun pertanian yang modern, berkelanjutan, dan berorientasi bisnis,” pesan Rahmat kepada para petani muda.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Padang Pariaman, Irawati Febriani, yang juga menjadi ketua panitia kegiatan, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari delapan Program Aksi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman periode 2025–2029, khususnya dalam mendorong terbentuknya 300 wirausahawan muda di sektor pertanian.
Menurutnya, inisiatif Gerakan Petani Milenial Padang Pariaman lahir dari tantangan langsung Bupati dan Wakil Bupati kepada Dinas Pertanian agar lebih aktif mendekati kalangan muda.
“Kami tidak hanya menunggu. Kami turun langsung ke lapangan, berdialog dengan pemuda tani, dan memfasilitasi pembentukan Komunitas Petani Milenial Padang Pariaman,” ujar Irawati.
Komunitas tersebut, lanjutnya, dibentuk melalui berbagai kegiatan seperti kunjungan ke lahan petani milenial di Toboh Gadang Selatan, gowes bersama petani, dan forum dialog interaktif.
Tujuannya adalah membangun jaringan dan wadah kolaboratif bagi petani muda agar dapat berbagi pengetahuan, inovasi, serta memperluas akses terhadap teknologi, pemasaran digital, dan pendampingan agribisnis.
“Tantangan sektor pertanian saat ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga kompleksitas global seperti perubahan iklim dan tekanan pasar. Kita butuh generasi muda yang adaptif, kreatif, dan punya visi bisnis,” katanya.
Untuk itu, Dinas Pertanian membuka ruang seluas-luasnya bagi kemitraan lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta, guna memperkuat ekosistem pertanian modern yang inklusif dan berkelanjutan.
Rudianto (28), petani milenial dari Kecamatan 2×11 Kayu Tanam yang ikut dalam peluncuran, menyambut baik inisiatif ini.
“Kami jadi lebih semangat karena tahu tidak sendiri. Ada banyak anak muda lain yang sevisi. Harapan kami, ke depan bisa dapat pelatihan, pendampingan, dan akses pasar. Itu yang membuat pertanian jadi menarik dan punya masa depan,” ungkapnya.
Dengan diluncurkannya Gerakan Petani Milenial Padang Pariaman, pemerintah daerah optimistis bahwa regenerasi petani akan berjalan lebih cepat, dan sektor pertanian lokal akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang tangguh dan kompetitif di tingkat regional maupun nasional. (*)
