BREAKING NEWS
    1,897 view

    Gerakan Tobat Ekologis Nasional Dicanangkan di Padang Pariaman, Dorong Pemulihan Lingkungan

    Waktu Baca: 3 menit
    Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat mencanangkan Gerakan Tobat Ekologis Nasional melalui penanaman bibit mangrove dan kelapa di Kabupaten Padang Pariaman. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Gerakan Tobat Ekologis Nasional resmi dicanangkan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat melalui aksi penanaman bibit mangrove dan kelapa di kawasan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026).

    Pencanangan tersebut menjadi awal penguatan gerakan nasional pelestarian lingkungan yang berfokus pada pemulihan ekosistem, peningkatan ketahanan menghadapi bencana hidrometeorologi, serta membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

    Kabupaten Padang Pariaman dipilih sebagai lokasi pencanangan karena daerah tersebut termasuk wilayah yang mengalami dampak besar akibat bencana hidrometeorologi dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menilai kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat upaya perlindungan lingkungan.

    Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam kegiatan itu menyebut bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat tahun lalu menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak. Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan pentingnya pembangunan yang tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.

    Ia menjelaskan, dampak kerusakan dan kerugian akibat bencana tersebut mencapai lebih dari Rp33 triliun. Selain kerugian material, bencana juga menyebabkan korban jiwa serta kerusakan berbagai infrastruktur.

    “Gerakan Tobat Ekologis menjadi langkah nyata untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat mitigasi bencana,” ujar Mahyeldi.

    Mahyeldi juga mengapresiasi kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Kabupaten Padang Pariaman. Ia menilai kehadiran tersebut dapat memperkuat pelaksanaan program pelestarian lingkungan di Sumatera Barat.

    Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lanjutnya, akan memperluas Gerakan Tobat Ekologis Nasional ke berbagai lingkungan, termasuk sekolah, perguruan tinggi, dan seluruh instansi pemerintah. Upaya tersebut dilakukan agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya bersama.

    Selain memperkuat gerakan penghijauan, Pemprov Sumbar juga mendorong pengelolaan sampah mandiri. Pemerintah mewajibkan kantor pemerintahan dan sekolah di bawah kewenangannya mengelola sampah secara mandiri sebagai bagian dari pembentukan perilaku peduli lingkungan.

    Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan Gerakan Tobat Ekologis Nasional bukan hanya kegiatan seremonial. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan upaya bersama untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di Indonesia.

    “Persoalan lingkungan seperti sampah, pencemaran mikroplastik, kerusakan hutan, lahan kritis, hingga dampak aktivitas pertambangan tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Semua pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga masyarakat luas,” kata Mohammad Jumhur Hidayat.

    Ia menyampaikan penyelesaian persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi yang kuat dan konsisten. Menteri Lingkungan Hidup juga optimistis target penyelesaian persoalan sampah nasional dalam dua tahun sesuai arahan Presiden dapat tercapai melalui kerja bersama seluruh elemen bangsa.

    Pencanangan Gerakan Tobat Ekologis Nasional di Kabupaten Padang Pariaman diharapkan menjadi momentum untuk memperluas gerakan lingkungan dari daerah. Kegiatan penanaman pohon, perlindungan kawasan pesisir, serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan.

    Melalui kegiatan tersebut, Kabupaten Padang Pariaman menjadi lokasi pelaksanaan agenda nasional sekaligus tempat dimulainya penguatan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan. Gerakan Tobat Ekologis Nasional diharapkan mampu mendukung upaya mengurangi risiko bencana dan menjaga keberlanjutan ekosistem. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of TimAS
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *