AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
1,463 view

Gubernur Mahyeldi Dorong IMLA Sumbar Perkuat Pembelajaran Bahasa Arab

Dokumentasi visual yang mendukung berita IMLA Sumbar.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus IMLA Sumatera Barat di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. (Foto: ADPSB Setdaprov Sumbar)

Bukittinggi, AyoSumbar.id – IMLA Sumbar kembali memiliki kepengurusan setelah sempat vakum selama dua tahun. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong organisasi tersebut memperkuat pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan pemahaman keislaman dan menyiapkan generasi muda.

Dorongan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Seminar Nasional S2 PBD sekaligus pelantikan Pengurus Ikatan Pengajar Bahasa Arab (IMLA) Sumatera Barat di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sabtu (19/9/2026).

Kepengurusan IMLA Sumatera Barat yang dilantik akan menjalankan amanah hingga 2030. Mahyeldi berharap organisasi tersebut dapat kembali memperkuat pengajaran bahasa Arab di berbagai lingkungan pendidikan di Sumatera Barat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya ucapkan selamat kepada Ketua dan IMLA Provinsi Sumatera Barat. Mudah-mudahan dengan telah dikukuhkannya kepengurusan IMLA Sumatera Barat, pengajaran bahasa Arab akan lebih terurus lagi,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, bahasa Arab mempunyai peran penting dalam memahami Al-Qur’an dan berbagai literatur keislaman. Penguasaan bahasa tersebut juga dapat membuka akses terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta peradaban yang menggunakan bahasa Arab.

Mahyeldi menyebut Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam pembelajaran bahasa Arab. Ia mengingat pengalamannya mempelajari bahasa Arab ketika bersekolah di tingkat SMA di Bukittinggi pada dekade 1980-an.

Saat itu, kata dia, pembelajaran bahasa Arab berkembang melalui masjid dan berbagai lembaga pendidikan di daerah tersebut.

“Bahasa Arab ini memang perlu kita kembangkan, kita tingkatkan, karena merupakan bagian dalam rangka untuk memahami Al-Qur’an dan sebagainya,” katanya.

Penguatan bahasa Arab, lanjut Mahyeldi, juga berkaitan dengan karakter kehidupan masyarakat Sumatera Barat yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Karena itu, pengembangan kemampuan bahasa Arab diharapkan berjalan bersama penguatan pemahaman agama dan kaderisasi generasi muda.

Peran perguruan tinggi Islam dan madrasah dinilai penting dalam upaya tersebut. Mahyeldi menyebut tiga UIN di Sumatera Barat, yakni UIN di Padang, Bukittinggi, dan Batusangkar, dapat ikut menggerakkan peningkatan kemampuan bahasa Arab di tengah masyarakat.

“Peradaban yang maju itu memang dengan banyak bahasa. Kita harapkan dengan mampu bahasa Arab, akan bisa menyelami segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa Arab dan peradaban,” tuturnya.

Pemprov Sumatera Barat juga tengah menjalankan program pengembangan sumber daya manusia keislaman melalui Hamka Muda. Program ini memberikan kesempatan kepada generasi potensial untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1, S2, dan S3.

Mahyeldi berharap penerima program tersebut nantinya kembali dan memberikan kontribusi bagi Sumatera Barat.

“InsyaAllah kita sangat konsen dengan ini. Karena inilah backbone-nya Sumatra Barat. Memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Mahyeldi membuka peluang kolaborasi antara IMLA dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyusun program pengembangan bahasa Arab bagi generasi muda.

Ia juga menawarkan fasilitas milik Pemprov Sumbar di Bukittinggi, termasuk Istana Bung Hatta, sebagai lokasi kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong ketertarikan generasi muda terhadap bahasa Arab.

“Silakan mulai di Bukittinggi ini. Nanti untuk tempat, untuk biaya makan-minumnya di tempat, saya menanggung,” ujarnya.

Mahyeldi berharap pengukuhan kepengurusan IMLA Sumatera Barat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pembelajaran bahasa Arab secara lebih luas. Penguatan tersebut diharapkan turut memperkuat peran ulama, pendidik, dan lembaga pendidikan dalam membentuk generasi dengan pemahaman agama serta kemampuan bahasa yang baik. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Aris Prima Gunawan
Aprizal Noer
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version