AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
3,794 view

Hadapi Tekanan Fiskal, Ketua DPRD Solok Selatan Serukan Transformasi Total Pemerintahan

Foto jurnalistik yang menangkap situasi di lapangan tentang Transformasi total pemerintahan,HUT Solsel,Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan,tantangan fiskal.
Ketua DPRD Solok Selatan, Martius, saat membuka Paripurna HUT ke-22 Solok Selatan di Gedung Legislator di Golden Arm, Rabu (7/1/2026). (Foto: Ardi/TimAS)

Solok Selatan, AyoSumbar.id – Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan, Martius, menilai tantangan fiskal yang dihadapi daerah saat ini harus dijawab dengan langkah berani dan perubahan menyeluruh. Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran menuntut Pemda dan DPRD untuk melakukan transformasi total pemerintahan, mulai dari struktur organisasi, birokrasi, budaya kerja, hingga kebijakan dan pengelolaan anggaran.

Hal tersebut disampaikannya usai Sidang Paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Solok Selatan tahun 2026 yang digelar di Gedung DPRD Solsel, Golden Arm, Rabu (7/1/2026).

Martius mengajak seluruh elemen daerah menjadikan momentum HUT Solsel sebagai titik penguat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, pelaku usaha, perantau, hingga masyarakat dalam menghadapi keterbatasan fiskal.

“Transfer dari pemerintah pusat semakin terbatas. Artinya, kita tidak bisa terus bergantung. Daerah harus kreatif dan inovatif dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” tegasnya.

Ia menilai masuknya sejumlah investor dan perusahaan ke Solok Selatan merupakan peluang besar yang harus dimaksimalkan. Untuk itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didorong merumuskan strategi yang tepat agar investasi berdampak langsung terhadap peningkatan PAD dan pembangunan daerah. Baik investasi energi, perkebunan, dan lainnya.

Selain itu, Martius juga menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan antarwilayah karena keterbatasan anggaran. DPRD, kata dia, mendorong kepala daerah agar pemerataan pembangunan dilakukan secara bertahap.

“Terutama di wilayah yang masih tertinggal seperti Kecamatan Sangir Batang Hari, Sangir Balai Janggo, dan Sangir. Infrastrukturnya masih banyak yang meski dibenahi, tapi anggaran terbatas,” tuturnya.

Ke depan, menurut Martius, pemetaan pembangunan harus dilakukan secara cepat dan terukur, dengan memperkuat koordinasi bersama DPRD Provinsi Sumatera Barat maupun DPR RI. Ia menegaskan, upaya “menjemput” anggaran pusat harus dilakukan bersama-sama agar Solok Selatan mampu menunjukkan kemajuan nyata dalam beberapa tahun mendatang.

“Solok Selatan memiliki wakil di DPRD Provinsi dan DPR RI. Ini modal besar. Jika kolaborasi terbangun kuat, visi Solok Selatan maju sesuai tema HUT ke-22, lebih dekat, lebih cepat, dan melompat jauh dalam pembangunan bisa kita wujudkan,” tutup Martius. (adi)

Avatar of Arditono
Avatar of Arditono
Arditono
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version