AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
1,603 view

Iklim Investasi di Padang Tembus Rp643 Miliar pada Triwulan I 2026, Sektor Jasa Mendominasi

Visualisasi yang menunjukkan perubahan terkait Iklim investasi di Padang.
Kepala DPMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, memaparkan perkembangan realisasi investasi Kota Padang pada Triwulan I 2026. (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, AyoSumbar.id – Iklim investasi di Padang terus menunjukkan perkembangan positif pada awal 2026. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang mencatat realisasi investasi selama Triwulan I 2026 mencapai Rp643.629.798.126.

Kepala DPMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, mengatakan sebagian besar nilai investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp524 miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan kontribusi sekitar Rp119 miliar terhadap total realisasi investasi.

Fauzan menjelaskan, berdasarkan komposisi sektoral, investasi yang masuk masih didominasi sektor tersier atau penyediaan layanan dengan porsi mencapai 96,24 persen dari total modal. Adapun sektor sekunder menyumbang 4,66 persen, sedangkan sektor primer hanya berkontribusi 0,11 persen.

“Jika dibedah berdasarkan sektornya, investasi di Kota Padang dikuasai sektor tersier (penyediaan layanan) yang mencakup hingga 96,24 persen dari total modal yang masuk. Di posisi berikutnya, sektor sekunder berkontribusi 4,66 persen, diikuti sektor primer sebesar 0,11 persen,” katanya saat diwawancarai, Kamis (28/5/2026).

Menurut Fauzan, aliran investasi terbesar mengarah ke sektor konstruksi. Selain itu, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi juga menjadi penyumbang utama, disusul sektor hotel dan restoran, serta sektor jasa lainnya, perdagangan, dan transportasi.

Selain didukung investasi berskala besar, iklim investasi di Padang juga diperkuat oleh pertumbuhan pelaku usaha lokal. Hingga April 2026, DPMPTSP telah menerbitkan sekitar 1.548 Nomor Induk Berusaha (NIB), yang mayoritas berasal dari usaha mikro perorangan dengan tingkat risiko rendah.

Fauzan mengungkapkan, Kecamatan Koto Tangah mencatat jumlah penerbitan NIB terbanyak dengan 392 izin usaha. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Kuranji sebanyak 232 NIB dan Lubuk Begalung sebanyak 156 NIB.

“Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah dengan penerbitan NIB tertinggi, yaitu sebanyak 392 NIB, disusul Kuranji sebanyak 232 NIB, dan Lubuk Begalung sebanyak 156 NIB. Adapun jenis usaha yang paling menjamur adalah perdagangan eceran tradisional (KBLI 47112) dan kedai makanan (KBLI 56103). Ini membuktikan bahwa sektor kuliner dan perdagangan tradisional masih menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Padang,” ujarnya.

Melihat perkembangan tersebut, Fauzan mengajak para pelaku usaha maupun investor untuk semakin aktif melegalkan usaha dan meningkatkan nilai investasinya di Kota Padang.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Padang telah menghadirkan kemudahan layanan perizinan melalui sistem terpadu di Mal Pelayanan Publik (MPP). Menurutnya, layanan tersebut memudahkan masyarakat mengurus seluruh kebutuhan perizinan, sejalan dengan komitmen DPMPTSP memberikan pelayanan terbaik.

Kemudahan tersebut juga menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani, khususnya dalam mendorong kemudahan perizinan investasi dan kegiatan berusaha.

“Dengan terus meningkatnya kualitas layanan perizinan, para investor akan semakin bergairah menanamkan modalnya di Kota Padang. Geliat investasi ini diharapkan membawa dampak nyata yang luas, mulai dari pertumbuhan ekonomi daerah hingga penambahan jumlah tenaga kerja yang dapat direkrut melalui usaha-usaha tersebut,” pungkasnya. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of TimAS
Aprizal Noer
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version