BREAKING NEWS
    9,793 view

    Induk Unggulan Ikan Lele, Modal Penting Wujudkan Sentra Budidaya di Pariaman

    Waktu Baca: 3 menit
    Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy didampingi Wako Pariaman, Yota Balad, menyerahkan langsung bantuan induk unggulan ikan lele kepada kelompok budidaya di Kota Pariaman. (Foto: Diskominfo Pariaman)

    Pariaman, AyoSumbar.id – Induk unggulan ikan lele menjadi harapan baru bagi kelompok budidaya ikan di Kota Pariaman. Harapan itu hadir ketika Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyerahkan bantuan 100 induk unggul ikan lele kepada para pembudidaya di Desa Cubadak Air Utara, Kecamatan Pariaman Utara, Selasa sore (19/8/2025).

    Dalam suasana hangat, Vasko tidak hanya membawa paket bantuan berupa indukan dan pakan, tetapi juga pesan kuat tentang pentingnya kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Barat, Dianita Maulin Vasko, ia menegaskan bahwa kualitas indukan menjadi kunci keberhasilan budidaya perikanan.

    “Indukan unggul akan menghasilkan benih yang berkualitas. Dari situlah usaha budidaya bisa terus berkembang. Kota Pariaman punya potensi besar, terbukti pada 2025 produksinya mencapai lebih dari 324 ton ikan lele. Bantuan ini kami serahkan agar hasilnya bisa lebih meningkat lagi,” ungkapnya.

    Bantuan yang diberikan tidak sekadar simbolis. Tercatat, ada 100 kilogram induk unggul ikan lele dan 200 kilogram pakan yang dibagikan kepada dua kelompok pembudidaya, yaitu UPR FA Mandiri di Desa Cubadak Air Utara dan UPR Kajai Fish di Desa Kajai, Kecamatan Pariaman Timur.

    Harapannya sederhana namun penuh makna: para pembudidaya mampu mengelola bantuan tersebut dengan maksimal, sehingga budidaya ikan lele tidak hanya menambah penghasilan, tetapi juga mendorong Pariaman menjadi salah satu sentra lele di Sumatera Barat.

    Tak berhenti di situ, Vasko melanjutkan kunjungannya ke UPTD Konservasi dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Desa Apar. Di lokasi itu, ia melepas 20 ekor tukik penyu hijau berusia sekitar satu bulan ke laut. Sebuah upaya nyata dalam menjaga ekosistem laut sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

    “Penyu adalah hewan langka yang dilindungi. Populasinya terus terancam. Karena itu, kalau masyarakat menemukan telur penyu, sebaiknya serahkan ke UPTD agar bisa ditetaskan dengan baik. Dengan begitu kita semua ikut menjaga keseimbangan laut,” jelasnya.

    Pelepasan tukik itu menjadi simbol kepedulian terhadap masa depan ekosistem. Penyu diketahui berperan penting dalam menjaga rantai makanan di laut, sehingga keberadaannya sangat menentukan kelestarian sumber daya hayati.

    Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap warganya. Ia meyakini bantuan induk unggulan ikan lele ini akan menjadi modal penting bagi para pembudidaya.

    “Alhamdulillah, hari ini kita kembali menerima bantuan. Harapan kita, Pariaman bisa menjadi pemasok ikan lele yang berkualitas dan bersaing dengan daerah lain. Dengan begitu, ekonomi masyarakat bisa meningkat,” ujarnya.

    Tidak hanya itu, Yota yang didampingi Ketua TP PKK Kota Pariaman, Yosneli Balad, dan Ketua GOW Kota Pariaman, Ny. Dina Mulyadi, juga mendorong agar provinsi menyalurkan lebih banyak program bantuan, termasuk untuk kelompok tani maupun UMKM lokal.

    “Bantuan ini sangat berarti. Semoga usaha budidaya ikan lele di Pariaman terus maju dan memberi dampak besar pada kesejahteraan masyarakat. Dan tentu kita berharap dukungan berikutnya tetap mengalir,” tutupnya. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *