Jakop Dorong Koperasi Merah Putih di Mentawai Perkuat Ekonomi Masyarakat
Mentawai, AyoSumbar.id – Koperasi Merah Putih di Mentawai mendapat perhatian khusus dalam kegiatan penguatan kelembagaan yang dihadiri para kepala desa se-Kabupaten Mentawai. Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jakop Saguruk, yang juga Ketua Dekopinda Mentawai, tampil sebagai pemateri utama dalam kegiatan di Aula Hotel Jelita Km 0 pada Selasa (23/9/2025).
Jakop menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih di Mentawai merupakan bagian dari program strategis nasional sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa. Program ini juga didukung Permen Koperasi RI Nomor 1 Tahun 2025 mengenai penyaluran pembiayaan dana bergulir bagi koperasi percontohan.
“Koperasi Merah Putih bukan hanya lembaga ekonomi desa. Koperasi ini wadah gotong royong modern untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Jakop dikutip Jumat (26/9/2025).
Ia menjelaskan, koperasi di Mentawai berperan meningkatkan taraf hidup warga, membuka lapangan kerja baru, dan menekan angka kemiskinan ekstrem. Pemerintah mendukung pembiayaan koperasi melalui APBN, APBD, APBDes, dan Kredit Usaha Rakyat dari bank-bank BUMN.
Menurut Jakop, tujuan utama Koperasi Merah Putih di Mentawai adalah meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pembagian hasil usaha yang adil dan transparan. Koperasi juga akan menjadi motor penggerak UMKM, memperpendek rantai pasok, dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak.
“Kami ingin produk desa di Mentawai memiliki nilai jual lebih tinggi. Hasil pertanian, perikanan, maupun produk olahan tidak lagi dikuasai perantara dengan harga rendah. Melalui koperasi, masyarakat yang menentukan harga,” tegasnya.
Program Koperasi Merah Putih di Mentawai selaras dengan visi pembangunan nasional Asta Cita, seperti swasembada pangan berkelanjutan, pengembangan industri agro-maritim berbasis koperasi, serta pembangunan desa merata.
Koperasi Merah Putih di Mentawai akan mengembangkan unit usaha sesuai kebutuhan desa, mulai dari toko sembako, unit simpan pinjam, apotek, klinik desa, cold storage, hingga sarana logistik. Selain itu, koperasi akan mendorong usaha berbasis kearifan lokal, seperti pengolahan hasil laut, kerajinan, dan pariwisata.
“Potensi perikanan Mentawai sangat besar. Koperasi menjadi solusi agar hasil tangkapan nelayan disimpan, diolah, dan dipasarkan dengan nilai tambah lebih tinggi,” jelas Jakop.
Ia memaparkan tiga strategi pengembangan koperasi di Mentawai: mendirikan koperasi baru di desa yang belum memiliki, mengembangkan koperasi yang sudah ada, serta merevitalisasi koperasi lama yang tidak aktif.
Dengan hadirnya Koperasi Merah Putih di 43 desa, pemerintah berharap lahir pusat-pusat ekonomi kerakyatan yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menekan angka pengangguran.
“Melalui koperasi, kami ingin desa-desa di Mentawai mandiri secara ekonomi. Koperasi menjadi rumah besar bagi masyarakat untuk belajar, berusaha, dan berkembang bersama,” tutur Jakop.
Para kepala desa menyambut positif inisiatif tersebut karena sesuai kebutuhan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Menutup pemaparannya, Jakop menekankan pentingnya kolaborasi antara koperasi desa, BUMDes, UMKM, pemerintah desa, dan dunia usaha.
“Koperasi tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kemitraan dengan semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. Dengan begitu, koperasi tumbuh menjadi pilar ekonomi desa yang kuat,” pungkasnya. (*)
