Jalan Lingkar Duku-Sicincin Terbengkalai, Kondisinya Membahayakan Pengendara
KPadang Pariaman, AyoSumbar.id – Jalan Lingkar Duku-Sicincin kembali menjadi perhatian publik setelah disinggung langsung oleh anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman dari Fraksi PAN, Alam Syahri, dalam kegiatan reses yang digelar di Masjid Al-Ikhlas, Korong Hilalang Gadang, Nagari Parik Malintang, Kecamatan Anam Lingkuang, kemarin.
Dalam agenda temu masyarakat ini, ia menyoroti kondisi jalan rusak parah di depan Kantor Bupati Padang Pariaman yang menjadi bagian dari jalur strategis tersebut.
“Jalan ini adalah akses utama menuju kantor bupati dan kantor wali nagari. Sayangnya, kondisinya sangat membahayakan dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Kita tidak bisa berdiam diri, meski ini jalan provinsi,” tegas Alam Syahri saat berdialog dengan warga.
Reses ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum penting untuk menampung berbagai keluhan masyarakat. Salah satu isu krusial adalah rusaknya Jalan Lingkar Duku-Sicincin, yang kian hari kian mengkhawatirkan karena posisi jalan berada di sisi jurang dan dipenuhi lubang-lubang besar.
Alam bahkan turun langsung meninjau kondisi lapangan dengan mengendarai sepeda motor. Ia menyatakan bahwa waktu tempuh masyarakat menjadi empat kali lebih lama jika harus memutar lewat Pasia Laweh atau Lubuk Alung.
“Lewat jalan ini cukup 10 menit. Tapi kalau memutar, bisa 45 menit. Anak-anak sekolah dan warga setiap hari melewati jalur ini, tentu sangat riskan,” ujarnya prihatin.
Keluhan serupa juga datang dari seorang ibu rumah tangga yang menghadiri acara tersebut. Ia berharap perjuangan perbaikan jalan bisa diangkat ke tingkat kabupaten bahkan provinsi.
Aspirasi ini diamini Wali Korong Hilalanggadang, Liza Tania, yang mendorong masyarakat aktif menyampaikan kebutuhan mereka demi pembangunan kampung.
Sejumlah aspirasi lain yang muncul dalam forum tersebut meliputi pembangunan jalan penghubung ke sumber air Pamsimas, perbaikan jalan antar-nagari, peningkatan layanan dan tenaga kesehatan di Polindes, serta dukungan bagi UMKM perempuan.
Warga juga meminta perhatian terhadap sarana seni budaya, peralatan pertanian, pengendalian hama tupai, dan penyediaan fasilitas umum seperti tenda dan kursi untuk kegiatan sosial.
“Kami akan sampaikan semuanya di forum DPRD dan perjuangkan secara maksimal. Ini tugas kami sebagai wakil rakyat,” ujar Alam.
Alam juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung kerja-kerja Komisi II DPRD Padangpariaman yang fokus pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa suara rakyat harus terus digaungkan demi kemajuan nagari.
“Kita ingin Korong Hilalang Gadang dan seluruh Dapil 1 bisa berkembang lebih baik. Semua aspirasi akan kami kawal hingga tuntas,” tambahnya.
Kondisi Jalan Lingkar Duku-Sicincin sebenarnya telah lama menjadi perhatian pemerintah. Bupati Padang Pariaman saat ini, John Kenedy Azis, bahkan telah menyampaikan langsung kondisi tersebut ke Dinas PUPR Provinsi Sumatera Barat.
“Kerusakan jalan ini sudah sangat parah, penuh lubang besar seperti jurang. Ini ancaman nyata bagi keselamatan dan distribusi logistik,” kata John Kenedy.
Isu jalan ini bukan baru sekarang muncul. Dua bupati sebelumnya, almarhum Ali Mukhni dan Suhatri Bur, juga berkali-kali menyuarakan urgensi perbaikannya. Bahkan Suhatri Bur sempat menanyakan langsung kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat HUT Padangpariaman tahun lalu. Namun hingga kini belum ada kejelasan realisasi pembangunan jalan tersebut.
Dengan kembali disuarakan dalam forum reses, masyarakat berharap aspirasi tentang Jalan Lingkar Duku-Sicincin tidak sekadar menjadi wacana, tetapi segera masuk dalam prioritas pembangunan daerah dan provinsi. (*)
