BREAKING NEWS
    4,354 view

    Jelang Operasi Ketupat 2026, Satlantas Bukittinggi bakal Ramp Check Bus dan Razia Hunting

    Waktu Baca: 2 menit
    ‎Kasatlantas Polresta Bukittinggi, AKP M. Irsyad Fatchur Rahman, saat diwawancarai awak media, Senin (19/1/2026). Ia menjelaskan bahwa Satlantas Polres Bukittinggi bakal melakukan ramp check mulai pekan depan. (Foto: A. St. Mangkuto/TimAS)

    ‎Bukittinggi, AyoSumbar.id – Satlantas Polresta Bukittinggi akan menggelar pemeriksaan kelayakan angkutan umum (ramp check) jelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 ini. Pemeriksaan difokuskan pada bus di terminal serta dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP.
    ‎
    ‎Kasatlantas Polresta Bukittinggi, AKP M. Irsyad Fatchur Rahman, mengatakan ramp check akan dimulai pada pekan depan. Pemeriksaan meliputi kelayakan kendaraan, kondisi mesin, sistem pengereman, kelengkapan uji KIR, hingga kelengkapan administrasi pengemudi seperti SIM.
    ‎
    ‎“Ramp check ini bertujuan memastikan kendaraan laik jalan, aman, dan nyaman bagi masyarakat, terutama menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Pemeriksaan tidak hanya di terminal, tapi juga melalui razia di luar wilayah Agam,” kata Irsyad.
    ‎
    ‎Selain ramp check, Satlantas Polresta Bukittinggi juga akan menggelar razia pelanggaran lalu lintas dengan sistem hunting. Sasaran razia di antaranya penggunaan knalpot racing, pengendara bonceng tiga, serta pelanggaran kasat mata lainnya. Razia dilakukan secara manual dan akan digelar dalam waktu dekat.
    ‎
    ‎Irsyad menambahkan, pihaknya juga mewaspadai aksi balap liar yang kerap meningkat menjelang Lebaran. Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan indikasi balap liar di wilayahnya.
    ‎
    ‎“Kami butuh peran serta orang tua dan pihak sekolah. Kendaraan yang digunakan pelajar harus sepengetahuan orang tua dan wali nagari. Apalagi dalam KUHAP terbaru, balap liar dan beberapa bentuk pelanggaran sudah masuk ranah pidana,” ujarnya.
    ‎
    ‎Dalam upaya penegakan hukum, Satlantas Polresta Bukittinggi juga mengoptimalkan sistem tilang elektronik atau ETLE. Sistem ini, kata Irsyad, terbukti efektif dan sebelumnya berhasil mengungkap kasus tabrak lari di wilayah Pasaman.
    ‎
    ‎“Saat ini di Bukittinggi terdapat tiga kamera ETLE, ditambah kamera monitoring keluar masuk kendaraan di sejumlah titik seperti perbatasan Padang Luar, Gadut, Ngarai Sianok, serta empat unit kamera pantau,” jelasnya.
    ‎
    ‎Ia juga mengungkapkan, akses jalan ke Malalak hingga kini belum bisa dilalui akibat tertimbun longsor. Pihak kepolisian masih melakukan pemantauan terhadap kondisi dan struktur jalan tersebut.
    ‎
    ‎Untuk menjaga situasi kondusif, Satlantas Polresta Bukittinggi secara rutin menggelar patroli dan razia cipta kondisi setiap malam hingga pukul 05.30 WIB. Langkah ini dilakukan untuk menghindari aksi kucing-kucingan antara pelanggar dan petugas.
    ‎
    ‎Di akhir keterangannya, Irsyad mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas. “Jangan melawan arus, jangan ngetem di tengah jalan, dan jangan mengganggu kenyamanan masyarakat. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya. (*)

    Avatar of A. St. Mangkuto
    Avatar of TimAS
    Avatar of A. St. Mangkuto
    A. St. Mangkuto
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *