BREAKING NEWS

    Jelang Pilwana Serentak, Satlinmas Solsel Diperkuat untuk Jaga Demokrasi Tetap Kondusif

    Waktu Baca: 3 menit

     

    Jelang penutupan wuayagwg

     

    Solok Selatan,Ayosumbar.id — Menjelang Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026, kesiapan unsur pengamanan di tingkat nagari menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.

     

    Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dibekali pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab agar mampu menciptakan suasana aman selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.

     

    Pembekalan dan sharing informasi bidang tugas Satlinmas tersebut digelar di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 September 2026, diikuti sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pilwana Serentak yang akan digelar di 39 nagari.

     

    Sekretaris Daerah Solok Selatan, Syamsurizaldi, mengatakan personel Satlinmas memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan kondisi masyarakat di lapangan. Dalam menjalankan tugas, mereka dituntut mampu menjaga keamanan sekaligus tetap menjunjung sikap profesional dan netral.

     

    Menurut Syamsurizaldi, karakter Pilwana berbeda dengan pemilihan yang berlangsung pada tingkat lebih luas. Di nagari, hubungan sosial antarmasyarakat sangat dekat karena pemilih dan calon yang dipilih umumnya saling mengenal.

     

    “Sebagai Satlinmas tentu akan menghadapi persoalan-persoalan di lapangan. Kita berharap Pilwana ini tidak seperti pemilihan legislatif. Pemilihan di nagari memiliki suasana dan karakter tersendiri, karena masyarakat yang memilih dan dipilih berada dalam lingkungan sosial yang saling mengenal,” ujarnya.

     

    Ia menegaskan, Pilwana merupakan bagian dari proses demokrasi yang tumbuh dari masyarakat nagari. Karena itu, keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan pemilihan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

     

    “Wadah kita berdemokrasi di nagari, tentu kita menjaga ini secara bersama-sama. Jalankan tugas dengan adil, jaga ketertiban dan jangan sampai ada keberpihakan,” tegasnya.

     

    Selain kesiapan personel, pemahaman terhadap regulasi juga dinilai penting. Syamsurizaldi menyebut pelaksanaan Pilwana Serentak 2026 memiliki dasar hukum yang jelas, di antaranya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk mekanisme pemilihan kepala desa atau wali nagari.

     

    Di tingkat daerah, pelaksanaan pemerintahan nagari juga mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Solok Selatan Nomor 9 Tahun 2024 tentang Wali Nagari, Perangkat Nagari dan Badan Permusyawaratan Nagari.

     

    Pilwana Serentak 2026 mengangkat tema “Wujudkan Demokrasi Nagari yang Berintegritas dan Bermartabat untuk Solok Selatan Makin Maju dan Sejahtera.”

     

    Nilai integritas dan martabat, lanjutnya, harus menjadi pegangan bersama. Tidak hanya penyelenggara dan calon wali nagari, tetapi juga masyarakat serta seluruh unsur yang terlibat dalam menjaga keamanan selama proses pemilihan.

     

    “Demokratis, berintegritas dan bermartabat. Itu yang harus kita wujudkan bersama dalam Pilwana ini,” pungkasnya.

     

    Pilwana Serentak Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026 akan digelar di 39 nagari, dengan pemungutan suara dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.

     

    Saat ini, tahapan Pilwana telah memasuki tahap kelima, yakni pendaftaran. Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) di masing-masing nagari tengah melaksanakan proses verifikasi terhadap bakal calon wali nagari sebagai bagian dari tahapan menuju hari pemungutan suara. (adi)

    Avatar of Arditono
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *