BREAKING NEWS
    25,641 view

    Jembatan Koto Buruak Putus, Masyarakat 3 Nagari Terancam Terisolasi

    Waktu Baca: 2 menit
    Jembatan Koto Buruak yang berada di Nagari Lubuak Aluang, ambruk pada Kamis pagi (27/11/2025). (Foto: TimAS)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Jembatan Koto Buruak yang berada di Nagari Lubuak Aluang, putus pada Kamis (27/11/2025). Peristiwa itu makin menjadi ancaman terisolasi bagi mayarakat di tiga nagari yang ada di Kecamatan Lubuak Aluang.

    Informasi yang diperoleh AyoSumbar jembatan Koto Buruak menjadi vital akses bagi masyarakat Nagari Lubuak Aluang, Nagari Sikabu, dan Nagari Salibutan Lubuak Aluang. Pasalnya, jembatan Kayu Gadang yang juga putus masih belum diperbaiki.

    Sekarang, akses satu-satunya warga dari tiga nagari tersebut yaitu ke arah Nagari Buayan Lubuak Aluang. Bagi masyarakat Nagari Salibutan, akses ini pastilah sangat jauh.

    “Jalan Pasie Laweh Lubuak Aluang juga putus. Jadi akses satu-satunya warga sekarang memang ke Buayan,” ujar Rian, salah seorang warga di nagari itu yang dihubungi via WhatsApp pribadinya.

    Tidak saja kesulitan akses, sambungnya, ia melihat warga juga khawatir untuk keluar dalam kondisi hujan yang tak kunjung reda. “Kawasan di sini banyak yang rawan longsor. Jalan juga banyak yang dekat aliran sungai,” sambungnya.

    Jadi, ia yakin yang paling diharapkan masyarakat sekarang adalah intensitas hujan yang berkurang. “Sekarang kita perbanyak berdoa saja. Mudah-mudahan kita tetap dalam lindungan Allah,” tukasnya.

    Di sisi lain, Resti, salah seorang warga di Sikabu mengatakan bahwa akses satu-satunya warga memang ke Buayan. “Itupun ke Buayan juga melewati satu jembatan besar. Jembatan yang sekarang menjadi urat nadi akses warga,” hematnya.

    Menurutnya, hujan yang tak kunjung reda sudah tentu membuat warga makin cemas. Terlebih, jembatan Koto Buruak yang besar baru saja ambruk. “Padahal itu jembatan vital,” ucapnya.

    Ia mencermati, masyarakat Nagari Sikabu, Salibutan, dan Sebagian Nagari Lubuak Aluang, dalam ancaman serius terisolasi. Mengingat akses ke nagari mereka sangat bergantung pada jembatan. “Tiga nagari itu kan dilalui aliran Batang Anai,” ujarnya.

    Artinya, sambung Resti, apabila seluruh jembatan di sana putus, masyarakat benar-benar terisolasi. Sebab, tidak mungkin ada yang berani menyeberangi Batang Anai. Terlebih dalam kondisi hujan seperti sekarang.

    “Semoga hujan ini segera reda. Kami berharap pemerintah benar-benar siap siaga dan terus memantau kondisi masyarakat di Salibutan, Sikabu, dan sebagian masyarakat Lubuak Aluang yang dalam ancaman terisolasi ini,” tukasnya. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *