AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
4,074 view

JKA Marah Besar, Minta Aktivitas Tambang Galian C Berhenti Sementara

Gambar eksklusif yang memperlihatkan dampak dari JKA marah besar,jembatan Kampuang Apa,tambang galian c.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat menegur sopir dump truck off-highway yang melintasi Jembatan Kampuang Apa di Nagari Sungai Buluah Utara. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis alias JKA marah besar saat melihat dump truck off-highway bertonase tinggi hendak melewati Jembatan Kampuang Apa di Nagari Sungai Buluah Utara. Ia pun dengan keras menegur sopir truk tersebut.

Tidak hanya itu, JKA juga menahan dua truk dan menghubungi pemilik izin tambang galian C. Pasalnya, aktivitas tambang tersebut dianggap membahayakan Jembatan Kampuang Apa yang kini berada dalam kondisi kritis.

JKA marah besar melihat aktivitas truk, karena Jembatan Kampuang Apa menjadi satu-satunya akses masyarakat menuju Nagari Lubuak Aluang, Sikabu, dan Salibutan. Akses lain sebelumnya, yakni Jembatan Kayu Gadang dan Jembatan Koto Buruak, sudah putus diterjang banjir.

“Kita baru saja kehilangan akses penting. Jembatan ‘Kampuang Apa’ adalah harapan terakhir dunsanak kita,” tegas JKA dikutip Minggu (7/12/2025).

Didampingi Wakil Bupati Rahmat Hidayat, JKA menyampaikan kekhawatirannya. Ia menilai jembatan itu bisa runtuh kapan saja karena belum melalui kajian teknis pascabencana.

“Kami sangat khawatir. Secara kasat mata jembatan ini memang tampak bisa dilewati, tetapi kita belum punya uji kelayakan. Truk tambang bertonase besar tidak boleh lewat. Risikonya terlalu besar,” ujarnya.

JKA kemudian menghubungi langsung pemilik izin tambang dan memerintahkan penghentian total penggunaan dump truck off-highway di jalur tersebut.

“Saya sudah perintahkan untuk menghentikan operasional Dump Truck Tambang di jembatan ini. Jika larangan ini dilanggar, saya akan cabut izin tambang mereka. Keselamatan masyarakat jauh lebih penting,” tegasnya.

Langkah tegas itu menjadi upaya preventif untuk menjaga infrastruktur strategis dan memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga di tengah kerusakan pascabencana.

JKA juga mengeluarkan imbauan keras namun tetap humanis kepada seluruh pelaku usaha tambang agar menghentikan sementara aktivitas kendaraan berat di Jembatan Kampung Apa. Jalur itu kini menjadi tumpuan ribuan warga di lima nagari terdampak banjir dan longsor.

Ia menjelaskan bahwa struktur atas dan bawah jembatan mengalami degradasi akibat tekanan banjir dan pergeseran tanah. Fondasi bahkan sudah melewati batas aman. Setiap beban berat, terutama kendaraan tambang, berpotensi memicu keruntuhan total.

“Setiap ton beban yang melintas adalah ancaman bagi nyawa ribuan saudara kita. Ini bukan hanya soal infrastruktur. Ini soal kemanusiaan,” katanya.

Meskipun memahami kebutuhan pelaku usaha, JKA menegaskan bahwa kondisi darurat ini menuntut empati dan solidaritas. “Saya menghargai kontribusi dunia usaha. Tapi ada tanggung jawab moral yang harus kita junjung. Jadikan empati sebagai kompas,” ujarnya.

Ia mengajak pelaku tambang untuk menahan aktivitas kendaraan berat, mencari jalur alternatif, atau mengurangi beban angkut demi keselamatan bersama. “Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang menjaga hidup, bukan yang membahayakan masyarakat. Mari kita rawat jembatan ini bersama,” tambahnya.

Imbauan itu ditutup dengan ajakan mengutamakan kemanusiaan dan menjaga keselamatan sebagai warisan bagi generasi berikutnya. “Untuk keselamatan bersama, untuk pemulihan berkelanjutan, dan untuk warisan keharmonisan anak cucu,” tutup JKA. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version