AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
4,697 view

Kecamatan Patamuan, Menguji Etika Bernegara di Kantormu

Sorotan peristiwa yang melibatkan Kecamatan Patamuan dalam skala luas.
Salah satu momen pelaksanaan apel di halaman Kantor Kecamatan Patamuan. (Foto: FB Kecamatan Patamuan)

Jika tuan ada waktu senggang dan berdomisili di Kecamatan Patamuan atau berdekatan, cobalah untuk berjalan-jalan melihat kantor kecamatan tersebut. Letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau. Di tepi jalan sebelum Simpang Ambacang kalau dari Koto Mambang.

ATAU jika berselancar di Facebook, ketik saja di pencarian, Kecamatan Patamuan, maka akan kelihatan. Untuk apa? Melihat-lihat aset negara, tidak salahkan? Bolehkan kita melihat aset negara kita?

Sebenarnya sudah lama terkilan-kilan di hati karena melihat tata letak sekitar halaman kantor kecamatan tersebut. Bagi seorang yang pernah ikut upacara bendera tiap hari Senin mulai dari SD di Tandikek sampai Madrasah yang waktu dulu masih bernama MAN Lubuak Aluang.

Masih terlihat jelas di relung hati, bagaimana kami para siswa menghadap ke bendera. Begitu juga majelis guru tak pernah membelakangi bendera. Bendera merah putih kami letakan di tengah.

Begitu juga di bangku perkuliahan, pelajaran tentang kecintaan pada negara makin diberi makna. Ada juga hukum-hukum dalam bernegara, boleh tidaknya sesuatu dikerjakan, beretika dan tidaknya sebuah tindakan juga dipelajari.

Dirasa apapun jurusan perkuliahan, pendidikan tentang negara perlu diajarkan, guna memupuk jiwa nasionalisme. Agama pun menganjurkan, hubbul Wathan minal iman artinya mencintai tanah air sebagian dari iman.

Kembali ke halaman kantor Kecamatan Patamuan. Pertama agak aneh rasanya melihat tiang bendera yang begitu dekat ke pagar. Membuat sempit ruang gerak kalau ingin menghadap ke bendera bagi yang berada di pagar dekat jalan.

Walaupun sebenarnya tidak juga. Jika memang dihukumsituasikan bisa memiringkan badan ke arah bendera, yang dilarang membelakangi merah putih saat apel atau upacara.

Jika dilihat ditampilan Facebook Kecamatan Patamuan terlihat jelas hampir semua membelakangi bendera. Kok bisa terjadi, tidak sekali, tidak dua kali, bukankah pegawai saat ujian ada tes wawasan kebangsaan? Haruskah tes wawasan kebangsaan itu serupa uji kir kendaraan yang dilaksanakan tiap tahun. Atau dek nasib rancak lulus.

Menghormati bendera merupakan bagian dari dasar mencintai negara. Saat sekolah dasar, peserta didik diajari bagaimana cara membawa bendera saat upacara, bendera tidak boleh menyentuh tanah. Itu diwanti-wanti oleh guru, tapi kok sudah besar dengan lugunya membelakangi bendera.

Belajar beretika itu perlu dan berkelanjutan. Sekarang kita yang bisa riang gembira melaksanakan berbaris di bawah bendera merah putih. Pejuang dulu, begitu payah mereka mencari momen untuk mengibarkan bendera itu.

”Disumpahi Aruah”

Ada suatu istilah bagi orang-orang tua bila melihat seseorang yang tidak tahu salah dan benar. ”Disumpahi aruah”, begitu menusuk istilah tersebut. Sampai-sampai aruah (arwah) menyumpahi, tentu pengkhianatan pada cita-cita perjuangan yang membuat hal ini terjadi.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jerih payah para pejuangnya. Semua peninggalan mereka akan senantiasa dijaga. Semua cita-cita senantiasa diemban agar terlaksana. Menjaga merah putih untuk selalu di depan juga bagian edukasi bagi generasi bangsa. Tidak ada yang boleh membelakangi, jika masih ada rasa.

Peringatan hari kemerdekaan sebentar lagi, berbenahlah kantor kecamatanku. Jangan marah, bermuka manislah pada orang yang mengurus sesuatu di sana. Serta robahlah posisi apel atau apalah namanya, usahakan tubuh jangan lupa sejarah bangsa.

Membuat gebrakan edukasi di postingan-postingan juga perlu. Jangan sekedar memposting, hari ini menghadiri ini hari itu menghadiri itu. Coba lengkapi dengan poin-poin apa maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Rasanya tidak elok seorang rakyat badarai ini terlalu beciloteh.

Salah soal biasa, berbenah dan berubah adalah kewajiban dan luar biasa. (*)


Opini ini ditulis oleh Irwandi Sikumbang, alumni UIN Imam Bonjol Padang. Ia merupakan anak nagari di Kecamatan Patamuan.

Avatar of Irwandi Sikumbang
Avatar of TimAS
Irwandi Sikumbang
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version