Kerukunan Antaretnis dan Umat Beragama Fondasi Pembangunan Kota Padang
Padang, AyoSumbar.id – Kerukunan antaretnis menjadi fondasi utama keberlanjutan pembangunan Kota Padang, sebagaimana ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Marga Waruwu (Himawar) Kota Padang periode 2026-2030.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadly Amran dalam kegiatan pelantikan yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (15/2/2026). Dalam kesempatan itu, Aliaro Waruwu resmi dikukuhkan sebagai Ketua Himawar Kota Padang periode 2026–2030, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-18 organisasi tersebut.
Fadly Amran mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus baru dan berharap Himawar terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
“Kerukunan antaretnis dan antarumat beragama adalah pondasi penting bagi pembangunan Kota Padang. Ini akan selalu kita jaga bersama-sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kekuatan sosial yang dibangun melalui persatuan dan toleransi.
“Kerukunan adalah investasi bangsa, dan kita semua adalah penjaganya. Tanpa kerukunan, pembangunan tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Aliaro Waruwu menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Padang terhadap keberlangsungan organisasi masyarakat Nias. Ia mengajak seluruh anggota Himawar untuk terus menjaga kekompakan serta menjadikan organisasi sebagai wadah mempererat silaturahmi dan meningkatkan peran sosial.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota atas perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan. Himawar siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang dalam menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Sumatera Barat, Sukadamai Zebua, Ketua DPC HIMNI Kota Padang, Yutiasa Fakho, serta para tokoh intelektual dan masyarakat Nias di Sumatera Barat. (*)
