AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
9,646 view

Ketua TP-PKK Merry Benniwarlis Mencuri Perhatian di Pawai Alegoris Agam

Infografis yang memberikan ringkasan fakta utama tentang Ketua TP-PKK Merry Benniwarlis,Pawai Alegoris Agam.
Ketua TP-PKK Agam, Merry Benniwarlis, tampil anggun dalam balutan pakaian adat Palembayan saat menghadiri pelepasan Pawai Alegoris HUT ke-80 RI di Padang Baru, Lubuk Basung, Senin (18/8/2025). (Foto: Diskominfo Agam)

Agam, AyoSumbar.id – Ketua TP-PKK Merry Benniwarlis, mencuri perhatian saat menghadiri pelepasan Pawai Alegoris Agam dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Senin (18/8/2025). Ia tampil menawan dengan balutan pakaian adat khas Palembayan yang sarat makna filosofis.

Busana tersebut lazimnya dipakai oleh anak daro (pengantin perempuan) pada prosesi panggiran atau bararak menuju rumah marapulai. Keunikan pakaian adat Palembayan tampak pada hiasan kepala yang kaya simbol.

Misalnya simbol pisang sasikek yang dipasang di bagian kening, melambangkan keanggunan dan kerapian hidup. Lalu, pisang saparak di atas kepala yang menjadi mahkota kebanggaan bagi anak daro.

Dalam falsafah masyarakat Palembayan, terdapat pepatah “pisang indak ado babuah duo kali”, yang bermakna suntiang Palembayan hanya boleh dikenakan pengantin perempuan pada pernikahan pertama. Jika menikah untuk kedua kalinya, suntiang tersebut tak lagi diperkenankan.

Merry Benniwarlis menegaskan, keindahan busana adat Palembayan tidak hanya terletak pada tampilannya, melainkan juga nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Busana adat ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga. Generasi muda perlu dikenalkan kembali dengan filosofi yang melekat pada setiap detailnya,” ujarnya.

Kehadiran Ketua TP-PKK Agam dengan pakaian adat Palembayan dalam pawai alegoris tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Penampilannya sekaligus menjadi pengingat bahwa kearifan lokal dan adat istiadat tetap relevan di tengah arus modernisasi. (*)

Avatar of St Batuah
Avatar of Arditono
St Batuah
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version