BREAKING NEWS
    770 view

    Korban Banjir Bandang di Kabupaten Solok: 1 Meninggal, 1 Hilang

    Waktu Baca: 3 menit
    Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Satu orang warga ditemukan dalam kondisi meninggal. Sedangkan seorang warga juga dilaporkan masih hilang. (Foto: TimAS)

    Solok, AyoSumbar.id – Korban banjir bandang di Kabupaten Solok bertambah dalam pembaruan data hingga Selasa (22/9/2026) sore setelah galodo (banjir bandang) menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9/2026) malam. Peristiwa yang dipicu hujan berintensitas tinggi itu menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu warga masih hilang, dan delapan orang mengalami luka-luka.

    Galodo menerjang kawasan Nagari Batang Barus sekitar pukul 19.30 WIB. Hingga Selasa (22/9/2026) pukul 18.45 WIB, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang belum ditemukan.

    Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Sumbar Pembina TK I dr. Eka Purnama Sari mengatakan, korban meninggal telah berhasil diidentifikasi. Korban tersebut bernama Daffia Rahman (21), warga Kayuaro, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok.

    “Identifikasi korban dilakukan menggunakan data sidik jari dan keterangan keluarga,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

    Warga lain yang masih dicari bernama Agusra (59), warga Kayuaro. Ia dinyatakan hilang setelah terjadikan banjir bandang di Kabupaten Solok. Sedangkan korban galodo di Kabupaten Solok yang dilaporkan terluka yaitu satu orang dengan luka berat, dan tujuh orang mengalami luka ringan. Korban luka berat adalah Muhamad Nurzern (56).

    Muhamad Nurzern mengalami syok hipovolemik, trauma pada bagian dada dan perut, serta patah tulang terbuka pada tumit kanan. Ia mendapatkan perawatan di RSUD Arosuka dan disarankan menjalani rujukan ke RSUP M Djamil Padang.

    “Korban mendapat perawatan di RSUD Arosuka dan disarankan dirujuk ke RSUP M Djamil Padang,” katanya.

    Sementara itu, hingga Selasa malam (22/9/2026) data yang diperoleh tujuh korban luka ringan terdiri atas Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), Yurnalis (45), Affan (26), Sukarji (49), Sinol (32), dan Ulil Amri (34).

    Sebagian korban menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka setelah memperoleh penanganan medis. Dua korban sebelumnya mendapat pertolongan dari bidan terdekat karena akses menuju fasilitas kesehatan terbatas ketika kejadian berlangsung.

    “Hingga Selasa sore petugas masih melakukan penanganan terhadap korban. Satu warga yang dilaporkan hilang belum ditemukan,” ujarnya.

    Selain menimbulkan korban jiwa dan luka, galodo juga berdampak terhadap permukiman serta fasilitas umum. Data BNPB mencatat sekitar 100 unit rumah terdampak akibat banjir bandang tersebut.

    Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pemerintahan dan kesehatan. Dua kantor pemerintahan mengalami rusak berat, sembilan kantor pemerintahan rusak ringan, serta satu fasilitas kesehatan turut terdampak.

    Akibat banjir bandang di Kabupaten Solok tersebut, satu jembatan di jalur utama Arosuka juga dilaporkan putus. Sementara itu, kerusakan lahan pertanian masih dalam proses pendataan. Dampak lainnya tercatat pada kendaraan warga. Sebanyak 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor dilaporkan terdampak banjir bandang.

    Galodo di Kabupaten Solok juga membuat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa harus mengungsi. Lokasi pengungsian sementara berada di Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

    Penanganan bencana dilakukan BPBD Kabupaten Solok bersama BPBD Provinsi Sumatera Barat dan unsur terkait. Tim gabungan menjalankan evakuasi, pencarian korban, pendataan dampak, hingga pembersihan material lumpur yang menutup badan jalan.

    Menurut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, tim SAR gabungan melakukan susur sungai pada Selasa (22/9/2026) pagi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan keberadaan warga yang masih dalam pencarian.

    Dukungan logistik juga dikirim UPT BNPB di Kota Padang menuju Kabupaten Solok. Bantuan tersebut terdiri atas 100 kilogram beras, 50 paket sembako, lima dus minyak goreng, 10 dus sarden, sekitar 100 selimut, dan 20 dus air mineral.

    BPBD Kabupaten Solok masih melakukan penanganan sekaligus pendataan di lokasi. BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

    Dengan pembaruan data hingga Selasa (22/9/2026) sore, korban banjir bandang di Kabupaten Solok tercatat satu orang meninggal dunia, satu warga masih dinyatakan hilang, serta delapan korban lainnya mengalami luka-luka. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *