AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
1,400 view

Kota Gastronomi Dorong PAD Kuliner Padang Melonjak hingga Rp5,64 Miliar

Ilustrasi berita yang menggambarkan reaksi publik terhadap Kota Gastronomi.
Sektor kuliner menjadi penyumbang utama peningkatan PAD Kota Padang setelah deklarasi Kota Gastronomi. (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, AyoSumbar.id – Kota Gastronomi terus memberi dampak positif terhadap sektor kuliner di Kota Padang. Sejak mendeklarasikan diri sebagai Kota Gastronomi pada Agustus 2025, kunjungan wisatawan meningkat dan ikut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor makanan dan minuman.

Kota Padang yang telah berusia lebih dari 3,5 abad dikenal luas sebagai daerah dengan ragam kuliner khas. Pemerintah Kota Padang pun terus memperkuat transformasi daerah tersebut sebagai kota kreatif gastronomi bertaraf dunia melalui pengembangan sektor kuliner.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Fuji Astomi, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan setelah deklarasi Kota Gastronomi berdampak langsung terhadap penerimaan daerah dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman.

“Iya, Padang telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Gastronomi. Sejak itu, PAD sektor PBJT makanan dan minuman naik drastis menjadi sebesar Rp5.649.147.097,” ujar Fuji Astomi saat diwawancarai Diskominfo, Sabtu (4/4/2026).

Menurut Fuji Astomi, sebelum deklarasi tersebut, pendapatan dari sektor kuliner masih berada di kisaran Rp4 miliar. Kenaikan mulai terlihat signifikan pada penghujung 2025 dan terus berlanjut saat momentum libur Lebaran.

“Bahkan pada saat libur Lebaran kemarin terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Semua itu karena banyaknya perantau yang pulang dan ingin mencicipi kuliner khas Kota Padang,” katanya.

Selain sektor kuliner, Bapenda juga mencatat kontribusi PAD dari sektor jasa perhotelan sebesar Rp3.460.240.373. Sementara itu, pendapatan dari jasa parkir mencapai Rp129.323.265.

Fuji Astomi menambahkan, sektor jasa kesenian dan hiburan turut memberikan kontribusi terhadap PAD dengan nilai Rp654.035.255.

“Termasuk jasa kesenian dan hiburan sebesar Rp654.035.255,” ungkapnya.

Di sektor retribusi, Pemerintah Kota Padang membukukan penerimaan sebesar Rp255.344.505. Dari jumlah tersebut, Retribusi Dinas Perhubungan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp218.103.000, sedangkan Retribusi Dinas Pariwisata menyumbang Rp37.241.505.

“Hingga akhir libur Lebaran lalu, PAD di seluruh sektor ini terkumpul sebesar Rp10.148.090.495,” pungkas Fuji Astomi. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of TimAS
Aprizal Noer
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version