Lapas Overload, Arisal Aziz Siap Hibahkan Tanah untuk Fasilitas Rehabilitasi
Padang, AyoSumbar.id – Anggota DPR RI dari Dapil Sumbar 2, Arisal Aziz, memberikan gagasan cemerlang dalam menangani lapas overload (kelebihan muatan). Yakni dengan membuatkan fasilitas rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Ia sudah menyediakan 4 hektare tanah di Pariaman untuk kebutuhan itu.
“Saya sudah bahas ini dengan Pak Agus (Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan). Saya hibahkan tanah 4 hektare, pemerintah bisa bangun fasilitas rehabilitasi di atasnya,” ujar Arisal Aziz, saat berkunjung ke Kanwil Kemenkumham Sumbar, serta beberapa Lapas di Sumbar baru-baru ini.
Katanya, gagasan itu membuat kaget Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, Agus Adrianto. Sebab tidak pernah ada yang sepeduli itu, sehingga menghadirkan ide cemarlang dalam memberi solusi.
“Lapas overload ini sebenarnya masih bisa diatasi. Sebab, informasi yang saya himpun di lapangan, dominan isi lapas adalah WBP (warga binaan permasyarakat) terkait kasus narkoba. Jumlah mereka itu antara 60-70 persen dalam Lapas,” paparnya.

Jumlah itu, ia ketahui setelah berkunjung langsung ke beberapa Lapas di Indonesia. Tentunya termasuk Lapas di Sumbar. “Saya kunjungi Lapas Muara Padang, Lapas Bukittinggi, Lapas Pariaman, kondisinya juga begitu. Dominan diisi WBP kasus narkoba,” ucapnya.
Menurutnya, dari seluruh WBP kasus narkoba itu, pastinya banyak juga yang hanya pengguna. Namun setelah mereka masuk ke Lapas, justru perangainya meningkat menjadi pengedar. Sebab, mereka mendapatkan teman dari kalangan pengedar.
“Nah, fasilitas rehabilitasi ini solusinya. Kalau pemerintah tidak sanggup bangun di tanah yang saya hibahkan, saya siap membangunnya. Makanya, saya butuh izin dari Pak Presiden Prabowo yang akan disampaikan oleh Pak Agus, menteri kita yang berwenang dalam hal ini,” jelasnya.
Fasilitas rehabilitasi yang akan dibangun itupun, telah ia siapkan konsep pembinaannya. “Jadi fasilitas ini hanya untuk pengguna narkoba ya. Kita akan bina mereka dengan konsep yang memberi efek jera untuk membangkitkan kesadaran mereka. Lalu, diberikan pula pendidikan pesantren,” jelas.
“Jadi, pecandu yang kita rehabilitasi itu, baru bisa keluar setelah mereka mampu menghafal 30 juz Al Quran. Insya Allah, kalau sudah begitu mereka akan menjadi manusia baik ke depannya, dan berguna di masyarakat,” tukas Arisal Aziz. (*)
- Ikuti update berita kami di Google Berita atau Facebook.
1 Komentar
-
sarmada
alhamdulillah masih ada orang yang mau peduli terhadap sesama bahkan kepada orang yang terlanjur masuk lembaga pemasyarakatan atua warga binaan, mohon berita ini digaungkan sampai ke Pak Prabowo minimal ke mayor teddy, agar cepat terealisasi.
