LAZ Ashpen dan Karang Waluh Grup Bangun Huntap Pertama di Sumbar untuk Korban Bencana Agam
Agam, AyoSumbar.id – Lembaga Amil Zakat Ansharullah Peduli Negeri (Ashpen) Bukittinggi bersama donatur Karang Waluh Grup asal Kalimantan Selatan membangun satu unit hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana di Sungai Landia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (12/1/2026).
Huntap berupa rumah semi permanen itu berdiri di Kampuang Ateh, Sungai Landia, dan menjadi Huntap pertama di Sumbar yang dibangun melalui bantuan non-pemerintah. Rumah tersebut diperuntukkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir besar saat bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu.
“Alhamdulillah, ini menjadi Huntap pertama yang kami resmikan di Sumatera Barat. Apresiasi dan kebanggaan tinggi kami sampaikan kepada Ashpen dan Karang Waluh Grup,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Sumbar, Adhiyarsyah.
Ia mengungkapkan, bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar menyebabkan ribuan rumah warga terdampak. Tercatat sebanyak 6.627 rumah rusak ringan, 2.842 rusak sedang, 2.666 rusak berat, dan 791 rumah hanyut.
“Saat ini kami masih memfinalisasi formulasi relokasi. Huntara sudah dibangun, sementara kajian dan evaluasi Huntap terus berjalan,” ujarnya.
Direktur Karang Waluh Grup, Wendy Dainury, menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk empati pihaknya terhadap warga Sumbar yang terdampak bencana.
“Peristiwa bencana adalah duka kita bersama. Huntap ini bukan hanya membangun rumah, tapi juga membangun kembali harapan warga,” kata Wendy.
Sementara itu, Direktur Ashpen, Zulfahmiadi, mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan 20 unit Huntap di Sumbar. Huntap di Sungai Landia, menurutnya, dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sepuluh hari.
“Pengerjaan berjalan cepat berkat dukungan banyak pihak, meski sempat terkendala akses jalan dan cuaca,” ujarnya.
Huntap dengan dua kamar tersebut diserahkan kepada Hernita, warga Sungai Landia yang memiliki empat anak yatim setelah rumahnya hanyut diterjang banjir.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Semoga korban bencana lainnya juga segera mendapatkan rumah,” ucap Hernita.
Staf Ahli Pemda Agam, Taslim, menyebutkan dari 16 kecamatan di Kabupaten Agam, sebanyak 13 kecamatan terdampak bencana dalam dua bulan terakhir, dengan enam kecamatan mengalami kerusakan parah.
“Terima kasih kepada semua pihak yang terus membantu masyarakat Agam. Ini bukti bahwa warga tidak sendiri menghadapi musibah,” tutupnya. (*)
