Mahasiswa KKN Unand 2026 Dorong Pertanian Ramah Lingkungan Lewat Sekolah PHT di Nagari Alahan Mati
Oleh : Shielsa Nurhayyuni
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas
Pasaman, Ayosumbar.id — Upaya meningkatkan kualitas pertanian berkelanjutan terus dilakukan oleh Mahasiswa KKN Reguler 1 Universitas Andalas Tahun 2026. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi Sekolah Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang digelar di Gedung Serba Guna Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, Selasa (03/02/2026) .
Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi petani dan masyarakat setempat mengenai strategi pengendalian hama yang efektif, aman, dan ramah lingkungan. Tidak hanya membahas konsep dasar PHT, mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman tentang pemanfaatan kotoran ternak dan limbah rumah tangga sebagai pupuk kompos bernilai guna.
Menariknya, sosialisasi ini turut dilengkapi dengan demonstrasi pembuatan dan penggunaan berbagai alat sederhana, seperti alat penebar pupuk, perangkap hama, serta alat pengusir hama. Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis dengan memanfaatkan alternatif pestisida nabati.
Program Sekolah PHT ini merupakan hasil dari survei lapangan yang dilakukan mahasiswa KKN sebelumnya. Dari hasil survei tersebut diketahui bahwa sektor pertanian menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat Nagari Alahan Mati, namun masih dihadapkan pada berbagai persoalan, terutama serangan hama tanaman padi dan jagung yang berdampak pada hasil panen.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari perangkat nagari, kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), tokoh masyarakat, hingga petani setempat. Sinergi antar pihak ini diharapkan mampu memperkuat transfer pengetahuan serta memastikan materi yang disampaikan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi dan sesi tanya jawab berjalan aktif, bahkan masyarakat menyampaikan harapan agar kegiatan Sekolah PHT dapat berlanjut ke tahap praktik langsung, khususnya pembuatan pupuk kompos dari kotoran sapi di lahan pertanian.
“Sebagai perangkat nagari, saya menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain membantu petani dalam pengendalian hama dan pemupukan, kegiatan ini juga mengajarkan pemanfaatan limbah rumah tangga dan kotoran ternak menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi,” ujar
Roni Azwar, Sekretaris Nagari Alahan Mati.
Secara keseluruhan, program Sekolah PHT mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para petani. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap pengetahuan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi petani untuk menerapkan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Nagari Alahan Mati. (*)
