AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
1,617 view

Mahasiswa KKN Unand Latih KWT Mama Ceria Buat Pupuk Organik Cair

Polemik terbaru: bagaimana KWT Mama Ceria memengaruhi kebijakan pemerintah?
Mahasiswa KKN Universitas Andalas bersama KWT Mama Ceria di Nagari Pakandangan usai sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), Sabtu (25/7/2026). (Foto: Mahasiswa KKN Unand)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – KWT Mama Ceria menjadi peserta utama dalam sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah sayuran yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) di Nagari Pakandangan, Kecamatan Anam Lingkuang, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (25/7/2026). Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik sebagai pupuk ramah lingkungan.

Nadrian selaku penanggung jawab program kerja tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Universitas Andalas yang berfokus pada penguatan praktik pertanian berkelanjutan di tingkat masyarakat.

“Sasaran utamanya adalah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mama Ceria Korong Ringan-Ringan agar mampu mengolah limbah sayuran menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman,” ujarnya Senin (3/8/2026).

Dalam materi yang disampaikan, lanjutnya, peserta diperkenalkan pada konsep pertanian berkelanjutan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara peningkatan hasil pertanian dan pelestarian lingkungan.

“Ketergantungan terhadap pupuk kimia dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas tanah, mengurangi kesuburan lahan, sekaligus meningkatkan biaya produksi. Jadi, diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan mudah diterapkan,” paparnya.

Menurutnya, limbah sayuran dipilih sebagai bahan baku karena banyak dihasilkan dari rumah tangga maupun pasar tradisional. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah organik tersebut berpotensi mencemari lingkungan.

“Sebaliknya, melalui proses fermentasi, limbah sayuran dapat diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang kaya nutrisi untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki aktivitas mikroorganisme tanah, serta membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” ulasnya.

Pemanfaatan limbah sayuran sebagai bahan baku POC juga mendukung konsep ekonomi sirkular dengan mengubah sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung efisiensi biaya dalam kegiatan pertanian.

“Pelaksanaan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung. Materi yang diberikan meliputi konsep pertanian berkelanjutan, manfaat POC, potensi limbah sayuran sebagai bahan baku, proses fermentasi, teknik penyimpanan, hingga cara penggunaan pupuk organik cair pada berbagai jenis tanaman,” urainya.

Selain itu, katanya peserta juga mengikuti sesi praktik pembuatan POC mulai dari pemilihan dan pencacahan limbah sayuran, pencampuran bahan, proses fermentasi, penyaringan, hingga penyimpanan hasil fermentasi.

”Peserta memperoleh penjelasan mengenai ciri-ciri POC yang berkualitas, teknik pengenceran, serta cara aplikasi yang tepat pada tanaman sehingga mampu memproduksi pupuk secara mandiri menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Diskusi yang berlangsung selama kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Anggota KWT Mama Ceria aktif berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman sehingga materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Secara keseluruhan, lanjutnya, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Mama Ceria dalam memproduksi Pupuk Organik Cair dari limbah sayuran. Selain mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai, kegiatan ini juga memperkuat peran Kelompok Wanita Tani dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

“Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas pertanian sehari-hari. Kemampuan memproduksi POC secara mandiri diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman, menekan biaya produksi, sekaligus membangun kebiasaan mengelola sampah organik rumah tangga menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan dan ketahanan pangan,” tukasnya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aris Prima Gunawan
Putri Maharani
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version