AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
14,259 view

Makam Syekh Burhanuddin Diusulkan jadi Cagar Budaya

Infografis terkini yang menjelaskan fenomena Makam Syekh Burhanuddin dengan detail.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dan Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, ketika ziarah di makam Syekh Burhanuddin, kemarin. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Makam Syekh Burhanuddin di Nagari Manggopoh, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, diusulkan sebagai cagar budaya dan akan diverifikasi tim ahli dari pusat pada 20 Agustus 2025.

Rencana ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Jerfinal Arifin, saat menghadiri pembukaan prosesi ritual Basapa di halaman Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Rabu (13/8/2025).

Jerfinal menjelaskan, penetapan makam ulama besar penyebar Islam di Minangkabau itu sebagai cagar budaya bertujuan melindungi dan melestarikan nilai sejarah, agama, dan budaya yang terkandung di dalamnya.

“Ini warisan tak ternilai bagi Sumbar dan bangsa. Setelah verifikasi lapangan, hasilnya akan dibahas dalam rapat resmi di Bukittinggi pada 21 Agustus,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar sepenuhnya mendukung upaya pelestarian situs bersejarah tersebut. Menurutnya, keberadaan makam Syekh Burhanuddin tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga menjadi pusat aktivitas budaya dan ekonomi masyarakat, terutama melalui tradisi tahunan Basapa yang telah diwariskan lintas generasi.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyambut baik usulan tersebut. Ia menilai penetapan sebagai cagar budaya akan memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata religi.

“Basapa sudah berlangsung ratusan tahun, dan makam Syekh Burhanuddin adalah pusatnya. Ini harus kita jaga sebagai kebanggaan bersama,” tegasnya.

Tokoh masyarakat Ulakan, Alianis atau Uniang Anih, menyebut penetapan makam sebagai cagar budaya adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutannya. Menurutnya, situs tersebut tidak hanya menjadi tujuan ziarah warga Sumbar, tetapi juga jamaah dari Malaysia dan Brunei.

“Esensi yang diwariskan Syekh Burhanuddin adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nilai itu yang harus kita pertahankan, sekaligus mengelola potensi ibadah, ekonomi, dan budaya yang dimilikinya,” ucapnya.

Pembukaan Basapa 2025 yang menjadi latar momentum pengumuman ini dihadiri ribuan jamaah, unsur Forkopimda, Kepala Kemenag, Ketua Baznas, Direktur PDAM, alim ulama, cadiak pandai, niniak mamak, dan tamu undangan lainnya.

Acara diakhiri dengan salawat Jibril dan Busro, lalu ziarah serta doa bersama di makam Syekh Burhanuddin yang kini tengah menuju status resmi sebagai cagar budaya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version