BREAKING NEWS
    8,015 view

    Makin Luas, Data Dampak Bencana Padang Pariaman per 25 November 2025

    Waktu Baca: 4 menit
    Kawasan dan fasilitas yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, per Selasa (25/11/2025). (Foto: BPBD Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Data dampak bencana Padang Pariaman per 25 November 2025, terus bertambah. Pasalnya, cuaca ekstrem berupa hujan lebat masih terus berlangsung hingga malam ini. Hampir seluruh kecamatan dilanda banji. Longsor di Padang Pariaman juga terjadi dibanyak titik.

    Kalaksa BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit sejumlah sungai meluap, seperti Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Tapakih, dan Batang Kamumuan.

    Kondisi tanah labil juga memicu longsor, sementara angin kencang menumbangkan pohon di berbagai titik. “BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, dan pemerintah daerah langsung menetapkan status tanggap darurat,” ujarnya.

    Sedikitnya, sambung Emri, 10 kecamatan dan 28 nagari terdampak banjir di Padang Pariaman. Dampak paling besar tercatat di Kecamatan Ulakan Tapakih, dengan ribuan rumah terendam. Data rinci sebagai berikut:

    Kecamatan Lubuak Aluang

    • Lubuak Aluang: 220 rumah (660 jiwa)
    • Sikabu Lubuk Aluang: 4 rumah (16 jiwa)
    • Pasia Laweh Lubuak Aluang: 10 rumah (30 jiwa)

    Kecamatan Batang Anai

    • Kasang: 192 rumah (573 jiwa)
    • Katapiang: 10 rumah (30 jiwa)
    • Sungai Buluah Barat: 135 rumah (405 jiwa)
    • Sungai Buluah Timur: 50 rumah (155 jiwa)
    • Sungai Buluah Utara: 10 rumah (30 jiwa)
    • Sungai Buluah: 12 rumah (36 jiwa)

    Kecamatan Sintuak Toboh Gadang

    • Sintuak: 5 rumah (15 jiwa), 48 ha lahan pertanian
    • Toboh Gadang Selatan: 23 rumah (69 jiwa), 45 ha lahan pertanian

    Kecamatan Ulakan Tapakih

    • Manggopoh Palak Gadang Ulakan: 195 rumah (585 jiwa)
    • Kampuang Galapuang Ulakan: 170 rumah, 195 KK (530 jiwa)
    • Ulakan: 410 rumah (1.230 jiwa)
    • Seulayat Ulakan: 128 rumah (384 jiwa)
    • Sandi Ulakan: 140 rumah (420 jiwa)
    • Sungai Gimba Ulakan: 257 rumah (771 jiwa)
    • Tapakih: 1.115 rumah (3.345 jiwa)

    Kecamatan 2×11 Anam Lingkuang

    • Sicincin: irigasi Lubuak Sikoci rusak
    • Lubuak Pandan: saluran irigasi Lubang Biduak rusak

    Kecamatan Anam Lingkuang

    • Pakandangan: saluran irigasi Koto Pakandangan rusak

    Kecamatan Nan Sabaris

    • Sunua Tengah: dalam pendataan
    • Padang Bintuangan: 63 rumah (190 jiwa)
    • Pauah Kamba: 62 rumah (165 jiwa)
    • Kapalo Koto: 22 rumah (69 jiwa)

    Kecamatan V Koto

    • Campago: 80 rumah (240 jiwa)

    Kecamatan Batang Gasan

    • Gasan Gadang: 15,5 ha lahan pertanian terdampak

    Kecamatan VII Koto

    • Lareh Nan Panjang Selatan: 16 rumah (24 KK)

    Longsor Melanda 11 Kecamatan, Angin Kencang Hantam 10 Kecamatan

    Sedangkan bencana tanah longsor di Padang Pariaman, tambah Emri, tercatat di 11 kecamatan dengan 15 nagari terdampak. Di antaranya di Anam Lingkuang, Batang Gasan, V Koto Timur, Sungai Limau, dan Patamuan.

    “Kejadian longsor di Padang Pariaman menimbun badan jalan, merusak sekolah, hingga memutus akses masyarakat,” ujar Emri Nurman.

    Di sisi lain, katanya  cuaca ekstrem berupa angin kencang juga merusak fasilitas dan permukiman di 10 kecamatan dan 14 nagari. Di antaranya di Ulakan Tapakih, Sungai Garinggiang, Lubuak Aluang, dan 2×11 Anam Lingkuang.

    Sementara, Dampak Bencana Longsor dan Banjir di Padang Pariaman

    Hasil pendataan BPBD Padang Pariaman per Selasa (25/11/2025), tercatat kerusakan dan korban akibat dampak bencana di Padang Pariaman. Berikut rincinya:

    • 3.326 unit rumah terdampak banjir di Padang Pariaman (10.042 jiwa)
    • 15 rumah rusak
    • 13 rumah hanyut
    • 327 jiwa mengungsi, terdiri dari:
      • 11 ibu hamil
      • 104 lansia
      • 50 balita
      • 162 dewasa
      • 2 orang luka-luka akibat rumahnya tertimpa pohon tumbang di Nagari Lubuak Pandan.
    • 138 ha sawah dan 26 ha perkebunan terendam
    • 2 sarana pendidikan rusak atau terendam
    • Jalan putus di depan RSUD Padang Pariaman menuju Polres
    • Longsor menimbun badan jalan di Anduriang, Sikucua Barat, dan Lurah Ampalu
    • SDN 10 Batang Gasan rusak
    • Talud amblas di Korong Toboh Campago Selatan
    • Sejumlah ruas jalan tergerus hingga 50 meter
    • 2 jembatan rusak (Kasang dan Katapiang)
    • 1 bendungan rusak
    • 2 saluran irigasi terputus
    • Puluhan meter tepian sungai di beberapa nagari tergerus, mengancam rumah warga

    Emri Nurman menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah bergerak cepat menghadapi kondisi tersebut. “Pemerintah daerah langsung turun ke lokasi, meninjau kondisi banjir, longsor, dan memberikan bantuan makanan kepada pengungsi,” katanya.

    Beberapa Langkah penanganan yang dilakukan yaitu evakuasi korban dan pendataan oleh TRC BPBD, pemantauan berjenjang hingga tingkat nagari, pembukaan pos Kesehatan, pendirian dapur umum di enam lokasi, dan pendirian pos pengungsian di lebih dari 15 titik.

    “Estimasi berdasarkan data sementara kerugian akibat dampak bencana ini mencapai sekitar Rp4,89 miliar,” ungkap Emri Nurman.

    Emri menyampaikan bahwa hingga kini hujan deras masih mengguyur wilayah Padang Pariaman. Ia menegaskan kebutuhan mendesak yang diperlukan di lapangan yaitu alat berat, sembako, family kit, makanan siap saji, selimut dan pakaian, serta obat-obatan. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *