AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,149 view

Minta Asrama Haji Padang Pariaman Dipercepat, Pemkab Ajukan Anggaran Rp250 Miliar

Berita aktual: potret perubahan yang dipicu oleh Asrama Haji Padang Pariaman.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyerahkan proposal untuk percepatan pembangunan Embarkasi Haji di Padang Pariaman ke Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Asrama Haji Padang Pariaman menjadi fokus pembahasan dalam audiensi Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dengan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Embarkasi Haji Sumatera Barat yang berlokasi di Batang Anai.

Pada kesempatan itu, John Kenedy Azis menyerahkan langsung Proposal Pengembangan Embarkasi Haji Sumatera Barat di Kabupaten Padang Pariaman. Proposal tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji bagi masyarakat Sumatera Barat maupun wilayah sekitarnya.

John Kenedy Azis menjelaskan, lokasi Asrama Haji di Batang Anai memiliki nilai strategis karena hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

“Posisi Asrama Haji di Batang Anai sangat strategis. Jaraknya hanya sekitar 2,5 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau sehingga akan sangat mendukung kelancaran proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah haji,” ujar John Kenedy Azis.

Menurutnya, kedekatan dengan bandara menjadi alasan kuat agar pembangunan embarkasi segera dituntaskan. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman siap memberikan dukungan penuh demi mempercepat penyelesaian proyek tersebut.

“Pemkab Padang Pariaman berkomitmen memberikan dukungan penuh agar pembangunan Asrama Haji ini dapat segera dituntaskan. Kehadiran embarkasi yang representatif akan memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada jamaah haji sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa asrama embarkasi yang digunakan saat ini masih memiliki sejumlah keterbatasan. Selain hanya berdiri di atas lahan sekitar tiga hektare, lokasinya juga berjarak kurang lebih 25 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau.

Sebaliknya, pembangunan Asrama Haji Padang Pariaman di Batang Anai telah didukung ketersediaan lahan seluas 10 hektare. Luasan tersebut dinilai membuka peluang besar untuk menghadirkan kawasan embarkasi yang modern, terintegrasi, dan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan jamaah haji pada masa mendatang.

“Di Batang Anai telah tersedia lahan seluas 10 hektare. Kondisi ini memberikan peluang besar untuk mengembangkan kawasan embarkasi haji yang modern, terpadu, dan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan jamaah di masa mendatang,” jelasnya.

John Kenedy Azis menambahkan, keberadaan embarkasi tersebut nantinya diharapkan tidak hanya melayani jamaah asal Sumatera Barat, tetapi juga calon jamaah dari Provinsi Jambi dan Bengkulu.

“Dengan jumlah calon jamaah haji yang terus meningkat setiap tahun serta daftar tunggu keberangkatan yang semakin panjang, percepatan penyelesaian pembangunan embarkasi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” tegasnya.

Melalui proposal yang disampaikan kepada Menteri Haji dan Umrah, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan dukungan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk pengembangan Embarkasi Haji Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 2026.

“Kami berharap dukungan anggaran sebesar Rp250 miliar dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga kawasan Asrama Haji dapat segera difungsikan secara optimal dalam melayani jamaah,” ujarnya.

Ia menegaskan, kawasan Asrama Haji Padang Pariaman tidak hanya dipersiapkan sebagai lokasi transit bagi jamaah haji. Kawasan tersebut juga dirancang menjadi pusat pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, pendidikan, pelatihan, serta pengembangan berbagai aktivitas keislaman.

“Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi ruang edukasi, silaturahmi, pertukaran informasi, sekaligus pusat pemberdayaan umat yang mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial, pendidikan, ekonomi, dan kehidupan keagamaan di Sumatera Barat,” tuturnya.

Audiensi tersebut menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam memperjuangkan percepatan pembangunan Embarkasi Haji Sumatera Barat. Infrastruktur itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji sekaligus mendukung kemajuan daerah. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of TimAS
Putri Maharani
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version