Gibran Minta Penanganan Dampak Banjir Bandang di Solok Dipercepat
Banjir Bandang Solok Sebabkan Kerugian Rp300 Miliar
Bupati Solok Jon Firman Pandu melaporkan, banjir bandang yang terjadi pada Senin (21/9) menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian.
Bencana tersebut juga menyebabkan satu orang mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan. Sebanyak 480 warga terdampak galodo, dengan sebagian mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga dan sebagian lainnya berada di sejumlah lokasi pengungsian.
Kerusakan meliputi enam gedung perkantoran yang mengalami kerusakan berat, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kendaraan, jembatan, sawah, lahan kering, serta puluhan rumah warga.
Pemerintah daerah memperkirakan total kerugian sementara akibat bencana mencapai sekitar Rp300 miliar.
Untuk penanganan darurat, Pemkab Solok menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 22 September hingga 5 Oktober 2026. Fokus penanganan meliputi pencarian korban, evakuasi warga, pengoperasian posko dan dapur umum, pembersihan jalan, sungai dan fasilitas pemerintahan, distribusi logistik, pelayanan warga yang terluka, serta koordinasi lintas pemerintahan.
Pada tahap pemulihan, Pemkab Solok merencanakan pembangunan tiga unit sabo dam. Rencana lainnya mencakup perbaikan gedung pelayanan publik, normalisasi sungai, pemulihan sawah dan lahan terdampak, serta perbaikan rumah, sarana ibadah, jembatan dan kendaraan dinas.
Total kebutuhan anggaran untuk seluruh rencana pemulihan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp929 miliar. Penanganan dampak banjir bandang di Solok selanjutnya mencakup fase darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang. (*)
