BREAKING NEWS
    2,121 view

    Mitigasi Megathrust di Padang Diperkuat Lewat Riset Kesiapsiagaan Unand

    Waktu Baca: 2 menit
    Wako Padang, Fadly Amran, saat audiensi dengan Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Unand di Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (17/6/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Mitigasi megathrust di Kota Padang terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi. Pemerintah Kota Padang menyambut positif kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi dalam memperkuat sistem pengurangan risiko bencana di ibu kota Provinsi Sumatera Barat.

    Komitmen tersebut mengemuka saat Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) di Ruang Kerja Wali Kota, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (17/6/2026).

    Audiensi itu sekaligus menjadi agenda penyampaian undangan kepada Wali Kota Padang untuk menghadiri penyerahan hasil kajian bertajuk Riset Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang.

    Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand, Prof. Yenny Narny, mengatakan riset multidisiplin tersebut difokuskan pada penguatan kesiapsiagaan masyarakat di kawasan pesisir yang rentan terdampak gempa megathrust Mentawai dan tsunami.

    “Riset ini menghasilkan luaran strategis berupa rancangan shelter berbasis masjid serta produk Early Warning System (EWS) berbasis komunitas. Teknologi ini dirancang khusus oleh tim peneliti Unand agar dapat dikelola secara mandiri oleh komunitas masjid,” ujar Prof. Yenny.

    Ia menjelaskan, penelitian aplikatif itu merupakan hasil kolaborasi antara Sekolah Pascasarjana Unand dan PT Pegadaian. Hasil penelitian dijadwalkan diserahkan secara resmi pada 29 Juni mendatang di Auditorium Unand.

    Prof. Yenny berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi rujukan konkret bagi masyarakat maupun pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.

    Menanggapi hal itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada kalangan akademisi dan sektor usaha yang menunjukkan kepedulian terhadap upaya pengurangan risiko bencana (PRB) di Kota Padang.

    Fadly menegaskan Pemko Padang berkomitmen memperkuat program mitigasi megathrust melalui berbagai langkah, mulai dari edukasi lewat jambore kebencanaan, pemasangan EWS di wilayah rawan, hingga penyelenggaraan simulasi dan tsunami drill berskala besar.

    “Kami berharap hasil riset ini dapat menjadi salah satu referensi penting dalam penyusunan kebijakan dan program pengurangan risiko bencana ke depan,” kata Fadly Amran.

    “Ini adalah langkah maju untuk memperkuat kapasitas masyarakat secara mandiri dalam menghadapi ancaman megathrust dan tsunami,” tambahnya.

    Turut mendampingi Wali Kota Padang dalam audiensi tersebut yakni Anggota Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang Prof. James Hellyward, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Kominfo Tommy TRD. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of TimAS
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *