BREAKING NEWS

    Nagari Tangguh Bencana Jadi Pilar Ketahanan Warga, Pemkab Pasaman Perkuat Kesiapsiagaan Hingga Pelosok

    Waktu Baca: 3 menit
    Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pasaman bersama kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman, Mardianto bersama jajarannya didampingi Kasatpol PP Yusrizal, serta Wali Nagari Durian Tinggi Hendra Gunawan, saat konfrensi pers menyampaikan pelaksanaan program unggulan Nagari Tangguh Bencana di Media Center, Diskominfo, Kamis (21/5/2026).

    Pasaman, Sumatera Barat, Ayosumbar.id — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat upaya perlindungan masyarakat melalui program unggulan Nagari Tangguh Bencana, sebuah gerakan berbasis masyarakat yang difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan dan ketahanan warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam.

    Program yang dijalankan di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian itu menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam membangun wilayah yang aman, responsif, dan tangguh terhadap ancaman banjir, longsor, gempa bumi, maupun cuaca ekstrem.

    Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers capaian satu tahun program unggulan yang digelar di Media Center Diskominfo Pasaman, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala BPBD Pasaman Mardianto didampingi Kasatpol PP Yusrizal serta Wali Nagari Durian Tinggi Hendra Gunawan.

    Kepala BPBD Pasaman, Mardianto, mengatakan program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga mengedepankan langkah mitigasi dan edukasi masyarakat sejak dini.

    “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, kami mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan dan kesiapan menghadapi bencana secara cepat dan tepat,” ujarnya.

    Menurut Mardianto, program Nagari Tangguh Bencana sejalan dengan visi pembangunan daerah “Terwujudnya Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan”, sekaligus mendukung misi kedelapan RPJMD Kabupaten Pasaman 2025–2029 terkait peningkatan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.

    Ia menjelaskan, pendekatan yang diterapkan kini lebih menitikberatkan pada pengurangan risiko bencana secara terencana dan partisipatif, bukan sekadar respons setelah bencana terjadi.

    “Ini merupakan perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana, dari pola reaktif menjadi pengelolaan risiko yang lebih aktif dan terstruktur,” katanya.

    Selama satu tahun pemerintahan Welly–Parulian, Pemkab Pasaman mencatat sejumlah capaian penting di sektor kebencanaan. Dari sebelumnya hanya terdapat 45 Kelompok Siaga Bencana (KSB) pada Mei 2025, kini seluruh 62 nagari di Kabupaten Pasaman telah memiliki kelompok siaga aktif.

    Selain itu, empat nagari telah ditetapkan sebagai Nagari Tangguh Bencana, yakni Nagari Durian Tinggi, Nagari Pauh, Nagari Tanjung Beringin Utara, dan Nagari Aia Manggis Barat.

    Pemerintah daerah juga menargetkan sedikitnya 15 kelompok siaga bencana akan ditingkatkan statusnya menjadi Nagari Tangguh Bencana pada 2026 melalui proses penilaian ketangguhan desa dan nagari.

    Di bidang sarana dan prasarana, seluruh nagari kini telah dilengkapi perlengkapan dasar kebencanaan seperti handy talky (HT), helm keselamatan, dan pelampung. Sementara nagari yang telah berstatus tangguh turut memperoleh dukungan tambahan berupa perahu evakuasi, chainsaw, hingga alat pemadam api ringan (APAR).

    Sepanjang 2025 hingga April 2026, BPBD Pasaman bersama sejumlah organisasi perangkat daerah juga terus melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pemetaan wilayah rawan bencana, penetapan jalur serta titik evakuasi, simulasi penyelamatan korban bersama Basarnas dan Dinas Kesehatan, hingga Gerakan Nagari Menanam dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026.

    Dalam kegiatan penghijauan tersebut, sebanyak 6.200 pohon ditanam di berbagai nagari di Kabupaten Pasaman sebagai bagian dari upaya mitigasi lingkungan dan pengurangan risiko bencana.

    Meski sejumlah capaian telah diraih, pemerintah daerah mengakui masih terdapat tantangan dalam membangun kemandirian masyarakat menghadapi bencana. Karena itu, sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting untuk mewujudkan nagari yang benar-benar tangguh dari sisi regulasi, pendidikan, kesehatan, layanan dasar, hingga koordinasi antar-pemangku kepentingan.

    Melalui program ini, Pemkab Pasaman berharap setiap nagari mampu menjadi wilayah yang mandiri, cepat pulih, serta memiliki daya tahan yang kuat ketika menghadapi bencana, sekaligus mendukung penurunan indeks risiko bencana di Kabupaten Pasaman.(***)

    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Penulis
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Editor
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Reporter

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *