AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
10,759 view

Ngaji Literasi Gramedia di UNP Hadirkan Penulis Populer, Bazar Buku Dibuka 1 Minggu

Infografis yang merangkum data penting mengenai Ngaji Literasi.
General Manager Publishing Gramedia, Wahyu Raharjo, bersama Maman Suherman, WR II UNP Prof. Remon Lapisa, Kepala UPT Perpustakaan dan Penerbitan UNP, Prof. Asrul Huda, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Padang, Fery Mulyani Hamid, serta peserta Ngaji Literasi di Auditorium UNP, kemarin. (Foto: TimAS)

Padang, AyoSumbar.id – Program Ngaji Literasi yang digagas Gramedia, menjajak perguruan tinggi. Kampus perdana yang menjadi pilihannya yaitu Universitas Negeri Padang (UNP). Kegiatan itu disertai bazar buku di Perpustakaan UNP.

Bazar yang lebih dikenal dengan program Semesta Buku Gramedia, sudah dibuka sejak Senin (15/9/2025). Bazar ini bakal berlangsung hingga Minggu (21/9/2025). Sedangkan Ngaji Literasi, resmi dibuka di Auditorium UNP, kemarin.

Pembicara pertama yang dihadirkan dalam Ngaji Literasi yakni Maman Suherman. Sosok yang sudah sangat popular di dunia literasi. Pria yang akrab disapa Kang Maman ini mengupas secara mendalam literasi, termasuk kondisi literasi di Sumatera Barat (Sumbar).

“Sumbar menempati posisi kesembilan nasional terkait minat membaca. Padahal, banyak tokoh literat berasal dari sini. Hal itu mendorong saya datang ke Tanah Minang yang sarat motivasi kepenulisan,” ujarnya.

Maman pun menceritakan berapa kuatnya tokoh-tokoh literat Ranah Minang. Misalnya Buya Hamka, Tan Malakan, dan Syahrir. “Jadi, kita ingin membangkitkan lagi literasi di Ranah Minang ini. Sebagaimana pendiri bangsa dari Ranah Minang ini adalah tokoh-tokoh yang sangat literat,” jelasnya.

Sedangkan General Manager Publishing Gramedia, Wahyu Raharjo, menjelaskan pihaknya memulai Ngaji Literasi sejak 2019. Sebelumnya, program tersebut fokus ke pesantren. Namun, kali ini pihaknya memilih menjajaki perguruan tinggi.

“Kami memilih UNP karena memang pak Asrul Huda sering bertanya kepada kita tahun lalu. Dan tahun ini terwujud keinginan beliau,” ungkapnya.

Menurutnya, istilah ngaji memiliki dua makna. Yaitu menyangkut kitab dan kajian keilmuan. Jadi, literasi yang dimaksud pihaknya bukan hanya soal menulis. “Dalam kegelapan bangsa, yang kita butuhkan pengetahuan. Tapi, tidak cukup hanya pengetahuan. Kita butuh siar, syair, dan sains,” hematnya.

Ia mencontohkan, syair atau sastra bisa disiarkan dengan pesan yang kuat jika mengandung sains. “Ngaji Literasi hadir untuk menyalurkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang,” tegasnya.

Katanya, pelaksanaan Ngaji Literasi dan Semesta Buku hingga Minggu (21/9/2025). Dalam program Ngaji Literasi, banyak penulis nasional yang dihadirkan untuk memotivasi. Termasuk penulis-penulis populer berdarah Minang bahkan dari Kampus UNP.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan dan Penerbitan UNP, Prof. Asrul Huda, menegaskan pihaknya telah merancang Ngaji Literasi sejak 2024. “Kita komitmen melaksanakannya tahun ini. Gramedia sepenuhnya menggelar kegiatan ini. Ini yang pertama di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, Ngaji Literasi menghadirkan banyak penulis nasional untuk memotivasi mahasiswa. “Kami ingin lahir penulis baru dari UNP. Sekarang, penulis muda yang sukses itu Boy Candra,” ujarnya.

Sejak hari pertama, sambungnya, antusias mahasiswa terlihat tinggi. Mereka tidak hanya mengikuti diskusi Ngaji Literasi, tetapi juga aktif membeli buku dalam bazar yang digelar. Panitia menyiapkan informasi lengkap kegiatan melalui Instagram UNP dan UPT Perpustakaan agar mahasiswa tidak ketinggalan agenda.

“Dengan Ngaji Literasi, UNP berharap lahir generasi penulis baru sekaligus meningkatnya budaya literasi di kampus. Mahasiswa bisa belajar langsung dari penulis nasional, memperluas wawasan, serta mengasah daya kritis melalui diskusi,” tukasnya.

Sedangkan Wakil Rektor II UNP, Prof. Remon Lapisa, mengatakan jumlah peserta Ngaji Literasi melampaui ekspektasi. “Hadir 800 orang. Mungkin karena tema kegiatan ini sejalan dengan moto UNP, yakni alam takambang jadi guru. Artinya, mahasiswa UNP selalu belajar dalam lewat berbagai sarana. Salah satunya, lewat teknologi yang makin berkembang saat ini,” katanya.

Wali Kota Padang, diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Fery Mulyani Hamid, sangat mengapresiasi Ngaji Literasi dan Semesta Buku yang diadakan Gramedia. Ia pun menilai bahwa Pemko Padang pun memiliki program unggulan untuk liteasi yakni Smart Surau.

“Surau bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang edukasi. Tradisi syiar agama dan pengetahuan banyak lahir dari surau Minang. Sekarang, kita kembangkan konsep Smart Surau agar sesuai perkembangan teknologi pasca-covid,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengalaman sebagai dokter juga mengajarkan pentingnya belajar sepanjang hayat. “Dulu saya hanya menulis resep, sekarang saya terdorong menulis buku tentang perjuangan menghadapi covid. Mungkin Gramedia bisa menerbitkannya,” tukasnya. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version