BREAKING NEWS
    2,268 view

    Normalisasi Batang Anai di Anduriang Capai 30 Persen, Perbaikan Jembatan Darurat Disiapkan

    Waktu Baca: 2 menit
    Jembatan di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam yang ambruk akibat diterjang luapan Batang Anai pada akhir tahun 2025. (Foto: TimAS)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Proses normalisasi Batang Anai di Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, terus berlangsung dan saat ini telah mencapai progres sekitar 30 persen.

    Pekerjaan yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat pascabanjir bandang (galodo) yang merusak Jembatan Anduriang pada November 2025.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, mengatakan pekerjaan normalisasi sungai telah dimulai sejak 15 Mei 2026 dan terus dipercepat, termasuk melalui penambahan alat berat di lapangan.

    “Normalisasi sudah berjalan hampir satu bulan dan progresnya saat ini sekitar 30 persen. Pekerjaan ini memang cukup panjang. Setelah normalisasi selesai, kami akan memperbaiki jembatan yang ada untuk difungsikan sebagai jembatan darurat,” kata El Abdes Marsyam, Rabu (10/6/2026).

    Menurutnya, normalisasi Batang Anai dilakukan untuk mengembalikan alur sungai ke posisi semula di bagian tengah. Langkah tersebut dilakukan sesuai permintaan masyarakat Nagari Anduriang yang menginginkan aliran sungai dikembalikan terlebih dahulu sebelum pembangunan akses sementara dan penanganan jembatan dilakukan.

    Sebelumnya, aliran Sungai Batang Anai bergeser ke arah lokasi yang direncanakan menjadi titik pembangunan akses sementara. Kondisi itu menjadi salah satu alasan utama dilaksanakannya pekerjaan normalisasi.

    El Abdes menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah menyampaikan surat kepada BWS Sumatera V serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menindaklanjuti kebutuhan masyarakat tersebut.

    Menurut dia, respons cepat dari berbagai pihak kemudian diwujudkan melalui pelaksanaan pekerjaan normalisasi yang kini masih berlangsung di lokasi.

    “Permintaan masyarakat adalah agar posisi sungai dikembalikan terlebih dahulu ke tengah seperti semula. Setelah itu baru dilakukan pembangunan akses dan penanganan jembatan,” ujarnya. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of TimAS
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *