BREAKING NEWS
    3,745 view

    Normalisasi SPAM di Padang Pariaman Dipercepat, Pusat Cek Progres Pengerjaan

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mendampingi Dirjen Cipta Karya Dewi Chomistriana meninjau lokasi normalisasi SPAM di Anduriang. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Normalisasi SPAM di Padang Pariaman menjadi fokus utama dalam kunjungan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, yang diterima Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis pada Jumat (16/1/ 2026). Kunjungan berlangsung di Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.

    Pemerintah pusat meninjau langsung progres normalisasi dan penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Padang Pariaman pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025. Program ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan layanan air bersih di wilayah terdampak.

    Bupati John Kenedy Azis menyatakan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah mengalokasikan dana tahap awal sebesar Rp204 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung percepatan pemulihan akses air bersih masyarakat.

    Dana tahap awal ini difokuskan pada normalisasi lima SPAM prioritas, yakni SPAM Salisikan, Lubuk Lonsong Batang Anai, Lubuk Bonta, Batang Gasan, dan Sungai Limau. Kelima lokasi tersebut dinilai mengalami dampak paling berat akibat bencana.

    “Ini merupakan tahap awal dari total pengembangan 12 SPAM di Kabupaten Padang Pariaman. Kita fokuskan dulu pada wilayah-wilayah yang terdampak paling berat agar layanan air bersih segera pulih,” ujar John Kenedy Azis.

    Direktur Jenderal Cipta Karya menargetkan aliran air bersih kembali dinikmati masyarakat sebelum Lebaran atau sekitar pertengahan Ramadan, khususnya di kawasan prioritas. Target ini menjadi indikator percepatan normalisasi SPAM di Padang Pariaman.

    Pekerjaan normalisasi dan penguatan jaringan SPAM dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama senilai Rp204 miliar dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero), sedangkan tahap lanjutan direncanakan berlangsung pada akhir 2026 dengan total nilai keseluruhan mencapai Rp500 miliar.

    Direktur PDAM Padang Pariaman, Aznil Mardin, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari optimalisasi menyeluruh sistem jaringan air bersih pascabencana. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan keberlanjutan layanan air minum di daerah terdampak.

    “Alhamdulillah, Padang Pariaman mendapatkan 12 paket pekerjaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap awal diperkirakan memakan waktu 6 hingga 8 bulan, dan tahap lanjutan ditargetkan rampung pada tahun 2027,” kata Aznil.

    Ia menambahkan, kawasan Lubuk Alung menjadi perhatian khusus karena kebutuhan air bersih yang mendesak. Pemerintah menargetkan distribusi air di wilayah tersebut sudah kembali normal sebelum Lebaran. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of TimAS
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *