AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
9,632 view

Nyalakan Api Kepemimpinan Gen Z dari Ruang Kelas Spencay Solsel

Ilustrasi menarik yang menggambarkan Kepemimpinan Gen Z,Latihan Dasar Kepemimpinan dengan jelas.
Sekretaris Daerah Solok Selatan, Syamsurizaldi, saat memotivasi pelajar dalam Latihan Dasar Kepemimpinan di SMPN 1 Solok Selatan untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045, Rabu (11/2/2026). (Foto: Ardi/TimAs)

Solok Selatan, AyoSumbar.id – Kepemimpinan Gen Z dibahas dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Pengurus OSIS SMPN 1 Solok Selatan periode 2026–2027 yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi, sebagai upaya menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Syamsurizaldi menilai ruang kelas merupakan lokasi strategis untuk menanamkan nilai kepemimpinan melalui dialog, refleksi, dan keberanian berpikir kritis. Ia menyebut pertemuan tersebut mempertemukan pengalaman birokrasi generasi X dengan pola pikir kepemimpinan Gen Z yang tumbuh di era digital.

Ia menjelaskan terdapat jarak sekitar empat dekade antara generasi, bukan hanya dari sisi usia, tetapi juga cara berpikir dan berkomunikasi. Menurutnya, Gen Z hidup dalam ekosistem informasi cepat dan budaya instan, sementara generasi sebelumnya dibentuk oleh proses yang lebih hierarkis dan linear.

“Di sinilah kepemimpinan menemukan maknanya. Pemimpin harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan prinsip. Integritas, tanggung jawab, dan kerja sama tetap menjadi fondasi, meski cara belajarnya kini serba digital,” ujar Syamsurizaldi dalam diskusi bersama siswa.

Ia menegaskan peserta LDK saat ini merupakan generasi terakhir Gen Z yang akan berada pada puncak usia produktif ketika Indonesia memasuki era Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat.

“Pengurus OSIS hari ini adalah calon pemimpin dua dekade mendatang—manajer, birokrat, pengusaha, inovator, dan pemimpin publik. Di pundak merekalah transformasi ekonomi dan tata kelola pemerintahan akan bertumpu,” jelasnya.

Syamsurizaldi juga mengingatkan tantangan kepemimpinan ke depan semakin kompleks karena Gen Z kelak akan memimpin Generasi Alpha yang sejak lahir telah terbiasa dengan kecerdasan buatan dan teknologi digital. Ia menilai kepemimpinan Gen Z harus mengedepankan kecerdasan adaptif, empati sosial, serta kemampuan memberi makna di tengah arus teknologi.

Menurutnya, organisasi seperti OSIS harus tetap menjadi laboratorium karakter bagi pelajar. Ia menilai LDK bukan sekadar pelatihan formal, melainkan sarana membangun kepercayaan, mengelola konflik, memperkuat komunikasi, dan menjaga integritas.

Dalam sesi diskusi, sembilan pertanyaan kritis dari siswa terkait kepercayaan tim dan integritas menunjukkan bahwa potensi kepemimpinan tidak ditentukan oleh usia. Syamsurizaldi menilai sikap kritis tersebut mencerminkan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tanggung jawab kepemimpinan.

“Kepemimpinan bukan bakat bawaan semata, tetapi hasil dari kemauan belajar dan keberanian bertanya. Generasi kritis adalah generasi yang siap memimpin,” tutupnya. (adi)

Avatar of Arditono
Avatar of TimAS
Arditono
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version