Pacu Kudo 2026 Dimatangkan, Digelar 28-29 Maret di Duku Banyak
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Pacu Kudo 2026 kembali menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dengan pemantangan persiapan jelang pelaksanaan pada 28–29 Maret 2026 di gelanggang pacuan kuda Duku Banyak, Balah Aie Timur, Kecamatan VII Koto.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menyampaikan hal tersebut saat memimpin gotong royong persiapan lokasi pacuan kuda di Balah Aie Utara, Sabtu (14/2/2026). Ia menyebut seluruh tahapan teknis mulai dijalankan secara bertahap agar event berjalan tertib dan sukses.
Menurutnya, Pacu Kudo memiliki peran penting tidak hanya sebagai olahraga tradisional, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya serta penggerak ekonomi masyarakat. Tradisi pacuan kuda ini dinilai sarat nilai historis dan sosial bagi warga Kabupaten Padang Pariaman.
“Pacu Kudo bukan hanya olahraga tradisional, tetapi juga identitas budaya kita. Melalui event ini, kita ingin menghadirkan kebersamaan, menjaga tradisi, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar John Kenedy Azis.
Sebelum agenda utama, rangkaian kegiatan akan diawali Alek Nagari selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Maret 2026. Sejumlah kesenian tradisional Minangkabau dijadwalkan tampil, di antaranya indang, silek, hulu ambek, gandang tasa, serta pertunjukan budaya lainnya.
Bupati juga mengajak masyarakat di kampung maupun di perantauan untuk hadir dan meramaikan seluruh rangkaian acara. Ia berharap Pacu Kudo 2026 menjadi ajang silaturahmi sekaligus kebanggaan bersama.
“Kami mengundang seluruh masyarakat, urang awak di kampung maupun di rantau, mari pulang dan ramaikan Pacu Kudo 2026. Jadikan ini hiburan rakyat sekaligus kebanggaan budaya Padang Pariaman,” katanya.
Sejauh ini, pemerintah daerah telah membentuk panitia, menjalin koordinasi dengan sponsor, serta menggelar gotong royong pembersihan arena yang melibatkan perangkat daerah dan ASN. Sosialisasi kepada warga sekitar lokasi juga terus dilakukan agar pelaksanaan berjalan aman dan tertib.
Pemkab optimistis Pacu Kudo 2026 kembali menjadi magnet wisata budaya, memperkuat identitas tradisi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*)
