AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
3,052 view

Pacu Kudo 2026 Dongkrak Transaksi, Estimasi Perputaran Uang Tembus Rp6 Miliar

Sorotan utama: bagaimana Pacu Kudo 2026 berkembang dalam berita global?
Salah seorang pedagang begitu bersemangat membawa seluruh barang dagangannya di tengah terik matahari di Galanggang Pacuan Kudo Paguah, Duku Banyak, Nagari Balai Aie. (Foto: TimAS)

Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Perhelatan Pacu Kudo 2026 di Paguah, Duku Banyak, Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto, Sabtu-Minggu (28-29/3/2026), membawa dampak ekonomi yang terasa nyata bagi masyarakat. Ribuan hingga puluhan ribu pengunjung yang memadati arena pacuan mendorong lonjakan transaksi di berbagai sektor usaha lokal.

Sejak hari pertama pelaksanaan, aktivitas jual beli di sekitar lokasi berlangsung ramai. Pedagang makanan, minuman, hingga produk kerajinan lokal kebanjiran pembeli. Kondisi ini membuat omzet pelaku UMKM meningkat tajam dibanding hari-hari biasa.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa Pacu Kudo Padang Pariaman tidak hanya menjadi ajang budaya dan olahraga, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Iven ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung berdampak langsung terhadap geliat sektor UMKM, perdagangan lokal, serta peningkatan kunjungan wisata,” ujarnya.

Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan para pedagang merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan selama kegiatan berlangsung.

“Kami survei dan tanyai para pedagang yang berjualan di sekitar gelanggang pacuan kuda ini, mereka sangat merasakan manfaatnya. Penghasilan mereka melonjak dari hari-hari biasanya,” ungkapnya.

Selain UMKM, sektor jasa seperti parkir dan transportasi lokal juga ikut terdongkrak. Tingginya mobilitas pengunjung membuat perputaran uang semakin meluas di kawasan sekitar arena.

Pemerintah daerah memperkirakan total perputaran uang selama dua hari pelaksanaan Pacu Kudo Padang Pariaman 2026 mencapai sedikitnya Rp6 miliar. “Kita memang ingin iven ini membangkitkan gairah perekonomian kita,” tegas John Kenedy Azis.

Besarnya nilai transaksi tersebut menunjukkan bahwa Pacu Kudo Padang Pariaman tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya Minangkabau, tetapi juga memiliki daya ungkit kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of TimAS
Putri Maharani
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version