BREAKING NEWS
    2,079 view

    Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026, Bupati Ikut Malamang

    Waktu Baca: 3 menit
    Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengikuti prosesi malamang dalam rangkaian Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 di Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Parik Malintang. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 memasuki hari kedua dengan prosesi malamang di Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Parik Malintang, Senin (24/8/2026). Tradisi memasak lamang ini diikuti Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat dan sejumlah pejabat daerah.

    Prosesi malamang menjadi bagian dari rangkaian Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 sekaligus menggambarkan kuatnya nilai adat dan kebersamaan masyarakat. Aroma santan, ketan, serta bara api yang digunakan untuk memanggang lamang turut menghidupkan suasana kegiatan.

    Bupati John Kenedy Azis dan Wakil Bupati Rahmat Hidayat ikut menjalani tahapan pembuatan lamang secara langsung. Keduanya didampingi Sekretaris Daerah Hendra Aswara, Ketua TP-PKK Ny. Nita Christanti Azis, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Renny Hendra Aswara, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, Forkopimca, Bundo Kanduang, serta tamu undangan lainnya.

    Persiapan bahan malamang telah dilakukan sehari sebelumnya oleh panitia bersama Bundo Kanduang. Tahapannya meliputi pemilihan bambu hingga menyiapkan ketan dan santan yang akan digunakan.

    Pada pelaksanaan hari kedua, Bupati dan Wakil Bupati turut mengisi adonan ketan berbumbu ke dalam ruas bambu yang sebelumnya telah dilapisi daun pisang. Bambu kemudian ditempatkan di atas bara api dan dipanggang sambil dibolak-balik sampai lamang matang.

    Bagi masyarakat Minangkabau, tradisi malamang memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar proses memasak makanan khas. Tradisi ini mencerminkan gotong royong, kebersamaan, kesabaran, dan rasa syukur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

    Nilai-nilai tersebut juga menjadikan malamang sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan antarmasyarakat sekaligus mempertahankan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

    John Kenedy Azis menyampaikan penghargaan kepada Bundo Kanduang dan masyarakat yang masih mempertahankan tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas budaya Padang Pariaman.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bundo Kanduang dan seluruh pihak yang telah menjalankan prosesi malamang ini dan mengajari kami membuat lamang.”

    Bupati berharap rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 dapat berjalan dengan baik.

    “Mudah-mudahan kegiatan yang kita lakukan hari ini mendapat ridho dan lindungan Allah SWT. Semoga seluruh rangkaian Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 berjalan lancar dan sukses,” ujar Bupati.

    John Kenedy Azis juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan selama seluruh rangkaian acara berlangsung. Menurutnya, kebersihan perlu dijaga agar setiap kegiatan dapat dinikmati dengan nyaman oleh para pengunjung.

    Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 tidak hanya menghadirkan rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya. Momentum ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta memperkenalkan tradisi daerah kepada generasi muda dan para perantau yang kembali ke kampung halaman.

    Melalui tradisi malamang, masyarakat Padang Pariaman kembali menunjukkan upaya menjaga adat dan budaya sebagai bagian dari jati diri daerah. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *