Pimpin rombongan daerah, Pangkorcab Brigade KSPSI Pasaman Barat gelorakan persatuan pekerja dan desak keadilan tarif bagi pengemudi daring
Pangkorcab Brigade KSPSI Pasbar Muhammad Fauzi Yusro Unjuk Suara di Aksi DPRD Sumbar
Padang, AyoSumbar.id — Gelombang massa aksi unjuk rasa gabungan DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea (DPD KSPSI AGN) Sumatera Barat dan komunitas ojek online (ojol) di Gedung DPRD Sumbar kian membara dengan kehadiran perwakilan buruh dari berbagai daerah, pada Kamis (10/9/2026).
Di antara ratusan peserta aksi yang memadati kawasan depan pintu gerbang utama parlemen sejak pukul 14.00 WIB, sosok Pangkorcab Brigade KSPSI Pasaman Barat, Muhammad Fauzi Yusro, tampil memimpin barisan perwakilan daerah untuk mengawal penyerahan aspirasi ke wakil rakyat.
Kehadiran jajaran DPC KSPSI Pasaman Barat yang dikomandoi langsung oleh Muhammad Fauzi Yusro menjadi suntikan semangat tersendiri bagi massa aksi yang terdiri dari gabungan elemen buruh formal dan para pengemudi transportasi daring.
Saat mengambil alih pengeras suara di hadapan ratusan massa dan barisan pengamanan kepolisian, Muhammad Fauzi Yusro membakar semangat peserta aksi melalui orasi komando yang menggemakan soliditas antarpekerja.
“Semangat pagi, hidup buruh! Siap berjuang? Siap berjuang?” pimpin Muhammad Fauzi Yusro yang disambut gemuruh teriakan “Siap!” dari seluruh barisan massa di depan gerbang DPRD Sumbar.
Dalam orasinya, Muhammad Fauzi Yusro menegaskan bahwa kedatangan rombongan buruh dari Pasaman Barat ke ibu kota provinsi merupakan wujud nyata kepedulian terhadap ketidakadilan yang dialami para pekerja, baik di sektor industri maupun pekerja informal seperti pengemudi ojol.
Ia menyampaikan bahwa perjuangan menuntut regulasi tarif yang adil, penurunan potongan aplikator yang mencekik, serta jaminan keselamatan kerja bukan hanya urusan pengemudi di kota besar, melainkan jeritan seluruh pekerja di daerah.
“Kehadiran kami dari Pasaman Barat di gedung parlemen provinsi ini adalah bukti bahwa ketidakadilan yang dirasakan rekan-rekan pengemudi ojol dan buruh di lapangan adalah beban kita bersama. Kita tidak boleh tinggal diam melihat pekerja terus dihimpit aturan yang merugikan!” tegas Fauzi Yusro di tengah massa.
Menurutnya, persatuan antara serikat buruh formal dan komunitas pengemudi daring merupakan kekuatan utama untuk mendesak pemerintah serta DPRD Provinsi Sumatera Barat agar berani mengambil sikap tegas terhadap perusahaan aplikator dan regulasi ketenagakerjaan nasional.
Aksi yang dikawal ketat oleh personel kepolisian tersebut berjalan tertib dan kondusif hingga perwakilan pimpinan serikat, termasuk unsur pimpinan daerah, diterima masuk ke dalam gedung dewan untuk beraudiensi.
Melalui orasi dan pengawalan ketat dari jajaran Brigade KSPSI Pasbar di bawah komando Muhammad Fauzi Yusro, tujuh poin tuntutan utama berhasil diserahkan secara resmi kepada jajaran pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Barat sebelum aksi berakhir secara damai pada sore hari.
