AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
2,366 view

Pariwisata Pasaman Nyungsep, Hendra: Masyarakat Sudah Bergerak, Dinas Jangan Hanya Diam

Gambar yang merepresentasikan Pariwisata Pasaman dari sudut pandang yang berbeda.
Wisata Puncak Koto Panjang berdiri di antara deretan pohon pinus dengan latar pemandangan lembah dan perbukitan Kabupaten Pasaman yang terlihat luas di bawah langit cerah. (Foto: Abdi/TimAS)

Pasaman, Ayosumbar.id – Ketua Pengelola Wisata Puncak Koto Panjang, Hendra, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sektor pariwisata Pasaman yang dinilainya terus mengalami penurunan akibat minimnya langkah nyata dari Dinas Pariwisata.

Menurut Hendra, selama ini masyarakat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, hingga pengelola destinasi telah berupaya secara swadaya membangun dan mempertahankan objek wisata. Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari gotong royong, menjaga kebersihan kawasan, memperbaiki fasilitas secara mandiri, hingga mempromosikan destinasi melalui media sosial.

Namun, ia menilai upaya masyarakat tersebut belum mendapat dukungan yang sepadan dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata.

“Masyarakat sudah bergerak dan berbuat dengan kemampuan yang dimiliki. Kami bergotong royong membangun, menjaga, dan mempromosikan destinasi wisata. Namun yang kami rasakan, Dinas Pariwisata belum menunjukkan langkah nyata untuk mendukung perjuangan masyarakat. Jangan sampai masyarakat berjalan sendiri sementara dinas hanya menjadi penonton,” ujar Hendra.

Hendra menegaskan bahwa Kabupaten Pasaman memiliki potensi wisata alam, budaya, sejarah, dan religi yang sangat besar. Akan tetapi, tanpa strategi pengembangan, promosi yang berkelanjutan, serta pendampingan kepada pengelola wisata, potensi tersebut sulit berkembang menjadi destinasi unggulan.

Ia juga menyoroti bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya kebangkitan pariwisata Pasaman secara signifikan, sehingga menurutnya sudah sewajarnya dilakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Dinas Pariwisata.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan kinerja perangkat daerah yang membidangi sektor pariwisata sehingga pengembangan destinasi dapat berjalan lebih optimal.

“Kalau masyarakat sudah bekerja tetapi dinas tidak menunjukkan aksi yang sebanding, tentu pariwisata Pasaman akan semakin tertinggal. Yang dibutuhkan saat ini adalah kerja nyata, bukan hanya program dDi akhir penyampaiannya, Hendra mengajak seluruh pihak menjadikan kritik tersebut sebagai masukan untuk membangun sektor pariwisata Pasaman agar lebih maju, mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. (*)

Avatar of M. Abdi Lubis
Avatar of TimAS
M. Abdi Lubis
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version