BREAKING NEWS
    15,407 view

    Pekan Kebudayaan Daerah Padang Pariaman Batal, Rajo Sampono: Ke Depan Saya lebih Hati-hati

    Waktu Baca: 2 menit
    Bahrum Hikmah Rangkayo Rajo Sampono mengungkapkan kekecewaan masyarakat Nagari Katapiang atas batalnya Pekan Kebudayaan Daerah di nagari tersebut. (Foto: FB Rajo Sampono)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Pekan Kebudayaan Daerah Padang Pariaman yang semula dijadwalkan berlangsung di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kamis-Sabtu (10-12/7/2025), akhirnya batal dilaksanakan.

    Pembatalan yang dilakukan 5 hari jelang pelaksanaan oleh Bupati Padang Pariaman, sontak memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat Nagari Katapiang. Begitupun kalangan budayawan yang terlibat.

    Keputusan tersebut dikabarkan disebabkan oleh larangan penggunaan anggaran APBD, menjadi buah bibir hangat di media sosial dan mencederai semangat kebersamaan yang telah dibangun.

    Masyarakat Nagari Katapiang sebelumnya telah bersiap menyambut event budaya berskala daerah tersebut. Undangan telah tersebar luas, sejumlah perantau pun dikabarkan telah kembali ke kampung halaman, bahkan tamu dari Malaysia disebut-sebut sudah hadir.

    Namun, keputusan Bupati Padang Pariaman membatalkan acara membuat suasana berubah drastis. Sebuah video musyawarah ninik mamak yang berisi kekecewaan terhadap Bupati Padang Pariaman pun turut viral, menandai betapa dalamnya luka kolektif yang dirasakan anak nagari.

    Tokoh masyarakat Nagari Katapiang, Bahrum Hikmah Rangkayo Rajo Sampono, membenarkan adanya gejolak emosi dari warga. Beruntung, ia berhasil mereda kemarahan di masyarakat.

    Rajo Sampono menekankan, masyarakat Nagari Katapiang tidak pernah meminta menjadi tuan rumah Pekan Kebudayaan Daerah Padang Pariaman. “Pemerintah daerah yang menetapkan, bukan kami yang mengajukan diri,” tegasnya.

    Menurutnya, alasan pembatalan karena anggaran sangat sulit diterima akal sehat. Ia mempertanyakan koordinasi antarinstansi dalam pengambilan keputusan yang menyangkut masyarakat luas. “Memangnya waktu penetapan itu tidak ada koordinasi antara bupati dan anggotanya,” ucapnya.

    Meski kecewa, sambungnya, bukan berarti masyarakat Nagari Katapiang patah arang atas keputusan itu. Mereka sepakat tetap menggelar acara kebudayaan, namun dengan nama baru. Yakni Pekan Kebudayaan Nagari Katapiang.

    “Kami akan lanjutkan dengan cara badoncek. Ini harga diri nagari ini. Kami sudah mengundang banyak pihak. Tidak mungkin tidak dilaksanakan,” ungkap Rajo Sampono, yang dikenal dekat dengan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis.

    Ia juga menyatakan, ke depan dirinya akan lebih memperhatikan lagi jika kembali dilibatkan dalam kegiatan oleh Pemkab Padang Pariaman. “Ke depan saya akan lebih hati-hati. Kalau dilibatkan, saya pastikan dulu ini “baruak jantan” atau “baruak betina”,” tegasnya.

    Dengan semangat kolektif yang menyala, masyarakat Katapiang kini memilih untuk menunjukkan jati diri budaya mereka. Meski tanpa dukungan resmi pemerintah, tekad mereka menjadikan budaya sebagai alat pemersatu tetap bergelora.

    Sebelumnya, Pemkab Padang Pariaman telah mencanangkan 100 Festival yang dimulai dengan Pekan Kebudayaan Daerah di Katapiang. Penetapan ini diumumkan pada Rabu (11/6/2025), namun kegiatan dibatalkan mendadak pada Kamis malam (3/7/2025). (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *