BREAKING NEWS
    3,038 view

    Pelantikan PWI Sumbar Akhiri 2 Tahun Dinamika Organisasi

    Waktu Baca: 2 menit
    Ketua PWI Pusat Ahmad Munir menyerahkan pataka kepada Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, dalam prosesi pelantikan pengurus di Auditorium Gubernuran di Padang, Selasa (3/2/2026). (Foto: Ardi/TimAs)

    Padang, AyoSumbar.id – Setelah melalui perjalanan panjang yang sarat dinamika, kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat masa bakti 2024–2029 akhirnya resmi dilantik.

    Prosesi pelantikan PWI Sumbar dilakukan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Ahmad Munir, bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumbar di Auditorium Gubernuran, Padang, Selasa (3/2/2026).

    Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, menyebut momen pelantikan kali ini sebagai peristiwa yang tidak biasa dan penuh catatan sejarah. Pasalnya, kepengurusan yang terpilih pada Mei 2024 itu baru dapat dilantik hampir dua tahun kemudian akibat konflik internal yang terjadi di tubuh PWI Pusat.

    “Ini pelantikan yang fenomenal. Dalam kurun waktu dua tahun, terbit dua SK untuk dua ketua PWI Sumbar. Situasi ini tidak lepas dari kisruh di PWI Pusat yang berdampak hingga ke daerah,” ungkap Widya.

    Ia menjelaskan, isu dualisme kepemimpinan mulai membayangi PWI Sumbar hanya dua hari setelah pelaksanaan Konferensi Luar Biasa (KLB). Akibatnya, pelantikan sempat tertunda hingga akhirnya bisa dilaksanakan secara resmi oleh PWI Pusat.

    Meski berada dalam situasi yang tidak stabil, Widya menegaskan roda organisasi tetap berjalan. Berbagai agenda penting tetap dilaksanakan, seperti partisipasi dalam Hari Pers Nasional (HPN), Pekan Olahraga Wartawan Sumbar di Payakumbuh, hingga pelantikan kepengurusan wartawan di sejumlah daerah.

    “Dalam satu periode kepengurusan saja, PWI Sumbar menerima tiga SK. Namun kami tetap bekerja dan menjaga marwah organisasi. Keterpilihan kami sah dan tidak melanggar aturan,” tegasnya.

    Ketua Panitia Pelantikan, Sawir Pribadi, mengapresiasi kerja keras seluruh panitia yang telah bekerja maksimal demi kelancaran acara. Menurutnya, pelantikan ini menjadi bukti komitmen bersama untuk mengakhiri polemik yang selama ini terjadi.

    Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir dalam sambutannya mengakui bahwa konflik internal PWI, baik di tingkat pusat maupun daerah, telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan dampak serius. Ia menyebut pembekuan kepengurusan sebelumnya dan terpilihnya Zulmansyah Sekedang sebagai Ketua Umum hasil KLB menjadi titik balik penyelesaian konflik.

    “Kongres di Cikarang menegaskan amanat untuk mengakhiri dualisme kepemimpinan di seluruh Indonesia. Targetnya, September hingga Oktober 2025, seluruh PWI provinsi, kabupaten, dan kota sudah bersatu,” jelas Munir.

    Ia juga menekankan pentingnya penertiban keanggotaan melalui verifikasi data serta penyelesaian persoalan ribuan anggota yang sempat terjebak dalam konflik dualisme.

    “Semua persoalan yang berlangsung selama dua tahun terakhir akan dituntaskan. Puncaknya, penyelesaian konflik ini akan diumumkan pada Hari Pers Nasional 9 Februari 2026 di Serang,” pungkasnya. (adi)

    Avatar of Arditono
    Avatar of TimAS
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *