BREAKING NEWS
    7,889 view

    Pembangunan Jembatan Batang Maduang, JKA: Jangan Asal Jadi

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat meninjau progres pembangunan jembatan Batang Maduang di Nagari III Koto Aua Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aua Malintang. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), meninjau progres pembangunan jembatan Batang Maduang di Nagari III Koto Aua Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aua Malintang. Saat ini, progres pembangunan jembatan tersebut baru mencapai 10 persen.

    John Kenedy menjelaskan, pembangunan jembatan Batang Maduang (Sungai Pingai) yang terletak di perbatasan Padang Pariaman dan Kabupaten Agam memiliki nilai proyek sebesar Rp1,25 miliar. Anggaran itu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Fiskal Tahun 2025.

    Ia menegaskan pentingnya kualitas dan ketepatan waktu dalam penyelesaian proyek yang menjadi penghubung vital antara Kecamatan IV Koto Aua Malintang (Padang Pariaman) dengan Kecamatan Tanjungmutiara (Agam).

    “Pembangunan jembatan Batang Maduang sangat ditunggu masyarakat, terutama para perantau yang pulang kampung setiap Lebaran. Karena itu, saya menegaskan agar pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis. Jembatan ini harus kuat dan bermanfaat jangka panjang,” ujar JKA, Minggu (12/10/2025).

    Ia berharap proyek tersebut rampung tepat waktu agar bisa digunakan masyarakat pada momen Lebaran tahun depan. Menurutnya, keberadaan jembatan Batang Maduang akan memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di dua wilayah yang terhubung.

    “Insya Allah, jika tidak ada hambatan, tahun depan masyarakat dan perantau sudah bisa melintas dengan nyaman di atas jembatan ini. Pemerintah berkomitmen agar setiap proyek benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.

    JKA juga memastikan pengawasan lapangan dilakukan secara langsung agar setiap tahapan pembangunan jembatan Batang Maduang berjalan sesuai rencana, anggaran, dan standar mutu.

    Ia pun menekankan, proyek infrastruktur harus dikerjakan dengan prinsip akuntabilitas dan kualitas, bukan sekadar cepat selesai. Sehingga, hasilnya berkualitas.

    “Kami ingin setiap pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi fondasi bagi kemajuan daerah. Jadi, pengerjaan jangan asal jadi,” tegasnya. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *