AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
7,952 view

Pembentukan Bank Sampah di Pariaman, Cara Ubah Pola Warga Kelola Lingkungan

Ilustrasi menarik yang menggambarkan Pembentukan bank sampah di Pariaman dengan jelas.
Sekda Kota Pariaman, Afrizal Azhar, saat membuka kegiatan sosialisasi pembentukan bank sampah di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Rabu (12/11/2025). (Foto: Diskominfo Pariaman)

Pariaman, AyoSumbar.id – Pemerintah Kota Pariaman mempercepat pembentukan bank sampah di Pariaman melalui sosialisasi yang digelar Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim & LH) di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (12/11/2025).

Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar membuka kegiatan itu mewakili Wali Kota Pariaman. Ia menegaskan bahwa pembentukan bank sampah di Pariaman menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan lingkungan yang semakin mendesak. Ia menilai, pengelolaan sampah harus dilakukan sejak dini agar tidak menimbulkan kerusakan ekosistem.

Afrizal menekankan, bank sampah tidak hanya menjadi solusi kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ia menyebut, pemerintah saat ini fokus memperbaiki sistem pengelolaan sampah setelah keluarnya keputusan Menteri Lingkungan Hidup yang menghentikan sistem open dumping di TPA Tungkal Selatan.

“Sekarang kami mulai memilah sampah di unit Pusat Daur Ulang (PDU). Proses ini memerlukan waktu dan dukungan penuh masyarakat,” ujar Afrizal.

Ia mengajak desa dan kelurahan memanfaatkan momentum pembentukan bank sampah di Pariaman untuk memperbaiki tata kelola persampahan dari rumah tangga hingga tingkat kota. Menurutnya, gerakan ini bisa menjadi simbol perubahan pola pikir masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi memilah dan mengolahnya.

“Bank sampah harus menjadi ujung tombak pengelolaan sampah di hulu. Mari kita ubah kebiasaan membuang sampah menjadi gerakan pilah dan olah,” ajak Afrizal.

Afrizal menambahkan, visi Kota Pariaman sebagai Sport Tourism City dan Blue Green City hanya dapat terwujud jika seluruh kawasan wisata tetap bersih dan nyaman. Ia menilai kebersihan menjadi faktor utama dalam menciptakan daya tarik wisata yang berkelanjutan.

“Meski anggaran terbatas, kita tetap bisa bekerja dengan optimal. Desa dan kelurahan yang menjadi proyek percontohan pembentukan bank sampah di Pariaman diharapkan mampu menjalankannya secara mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) Dinas Perkim & LH Kota Pariaman, Nofrizal Noor, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan mengajak masyarakat menerapkan prinsip 3R — Reduce, Reuse, Recycle. Ia menegaskan, pembentukan bank sampah di Pariaman menjadi sarana untuk menekan volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan.

Nofrizal mengutip Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang menegaskan bahwa pengolahan sampah harus berjalan terencana dan berkelanjutan, meliputi kegiatan pengurangan dan pengolahan.

Kegiatan pembentukan bank sampah di Pariaman itu diikuti 130 peserta, terdiri atas pegiat lingkungan serta perwakilan dari 10 desa dan kelurahan yang menjadi lokasi percontohan. Panitia menghadirkan narasumber Suharyono, Ketua Yayasan PENELIS (Persada Negeri Lini Sinergi) sekaligus Pembina Bank Sampah Kasang Padang Pariaman. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Arditono
Putri Maharani
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version