BREAKING NEWS
    1,729 view

    Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi Rakor Sinkronkan Program Strategis Pembangunan

    Waktu Baca: 2 menit
    Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, rapat bersama Wako Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di Balairuang Rumdis Wako Bukittinggi, Jumat (27/2/2026). (Foto: Humas Pemko Bukittinggi)

    Bukittinggi, AyoSumbar.id — Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi menggelar rapat koordinasi untuk menyelaraskan program strategis pembangunan daerah. Rakor berlangsung di Balairuang Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Jumat (27/2/2026).

    Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sumbar ditargetkan mencapai 7,2 persen pada 2029. Sementara untuk 2026, ekonomi Sumbar ditargetkan tumbuh sebesar 5,7 persen.

    Menurut Mahyeldi, pemulihan ekonomi pascabencana harus dilakukan secara bersama antara pemerintah provinsi dan 19 pemerintah kabupaten/kota di Sumbar.

    Ia menjelaskan, terdapat empat strategi utama yang disiapkan untuk mencapai target tersebut. Pertama, hilirisasi agroindustri dan magnet devisa. Kedua, transformasi ekonomi dan ekonomi hijau. Ketiga, akselerasi digitalisasi UMKM dengan mendorong pelaku usaha mengurus perizinan dan sertifikasi halal. Keempat, mitigasi bencana sebagai bagian dari investasi dan penguatan ekonomi.

    “Butuh sinergi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah daerah. Bukittinggi sebagai andalan untuk meningkatkan ekonomi Sumatera Barat, karena wisata Bukittinggi menjadi magnet wisatawan yang tidak bisa dipungkiri. Empat strategi ini bisa dilaksanakan di Bukittinggi, karena kota ini punya potensi besar dan kita provinsi akan berikan dukungan penuh,” ujar Mahyeldi.

    Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan Bukittinggi sebagai daerah khusus ke pemerintah pusat, seiring penguatan peran kota sebagai kota perjuangan dan kota wisata.

    Dalam rangka peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Pemko Bukittinggi telah melakukan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan, InJourney, serta Menteri Pariwisata dan memperoleh dukungan terhadap pengembangan program strategis guna mendorong peningkatan sektor pariwisata.

    Ramlan juga mengungkapkan tiga persoalan besar yang menjadi perhatian, yakni penyelesaian tanah Kantor DPRD, penataan Pasar Banto, dan pengembangan Stasiun Lambuang.

    Di sisi lain, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius, terutama saat akses Lembah Anai terganggu sehingga pengangkutan sampah harus dialihkan melalui Sitinjau Lauik. (*)

    Avatar of A. St. Mangkuto
    Avatar of A. St. Mangkuto
    Avatar of A. St. Mangkuto
    Avatar of A. St. Mangkuto
    A. St. Mangkuto
    Penulis
    Avatar of A. St. Mangkuto
    A. St. Mangkuto
    Editor
    Avatar of A. St. Mangkuto
    A. St. Mangkuto
    Reporter

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *