AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
5,054 view

Penanganan Pengungsi di Agam, BNPB Minta Data Satu Pintu

Visualisasi yang mendukung laporan investigatif mengenai Penanganan pengungsi di Agam.
Wabup Agam, Muhammad Iqbal, bersama jajaran OPD rakor dengan BNPB, Selasa (9/12/2025). Mereka membahas terkait percepatan penanganan pengungsi di Agam. (Foto: Diskominfo Agam)

Agam, AyoSumbar.id – Pembahasan percepatan penanganan pengungsi di Agam menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi yang digelar BNPB bersama Pemkab Agam. Rapat berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Bupati Agam, Lubuk Basung, Selasa (9/12/2025).

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, hadir bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dari BNPB, hadir Dody Ruswandi serta Deputi Bidang Logistik dan Peralatan, Andi Eviana.

Dalam arahannya, Andi Eviana menegaskan pentingnya menjadikan penanganan pengungsi di Agam sebagai prioritas. Ia meminta pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar para penyintas dan menyediakan sarana hidup yang layak.

Ia menilai para pengungsi berada dalam kondisi berat sehingga membutuhkan penanganan khusus. “Pengungsi harus menempati lokasi yang bermartabat dan mendapatkan seluruh kebutuhan dasarnya. Penanganannya harus melibatkan seluruh OPD terkait di Kabupaten Agam,” ujarnya.

BNPB juga menolak penempatan pengungsi terlalu lama di lokasi darurat seperti masjid atau sekolah. Andi mendorong percepatan pemindahan pengungsi ke tempat yang lebih layak, baik berupa Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap).

Selain itu, BNPB meminta Pemkab Agam memusatkan seluruh data kebutuhan pengungsi melalui satu pintu di BPBD. Mekanisme tunggal ini dinilai akan memudahkan penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran.

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rapat tersebut. Ia menyebut rapat ini menjadi bukti dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan pengungsi di Agam.

Iqbal juga meminta seluruh OPD memperkuat kolaborasi dan menyeragamkan data. Ia menekankan pentingnya data yang akurat. “Data harus valid dan terkonfirmasi di lapangan. Tidak ada gunanya data lengkap jika tidak sesuai kondisi sebenarnya,” tegasnya.

Rapat ini diharapkan mampu mempercepat penanganan pengungsi di Agam, sehingga langkah pemulihan pascabencana berjalan lebih terkoordinasi, terarah, dan tepat sasaran. (*)

Avatar of St Batuah
Avatar of Arditono
St Batuah
Penulis
Arditono
Editor
Exit mobile version