BREAKING NEWS
    11,998 view

    Penataan Kawasan Kumuh di Pasia Nan Tigo Dialokasikan Rp9,9 Miliar

    Waktu Baca: 3 menit
    Wawako Padang, Maigus Nasir, memberikan sambutan dalam pertemuan di Pasie Nan Tigo terkait program penataan kawasan kumuh dari Kementerian PKP, Rabu (30/7/2025). (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Kawasan kumuh di Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, resmi masuk dalam program strategis nasional penataan kawasan kumuh tahun 2025. Wilayah ini menjadi satu dari hanya 10 daerah se-Indonesia yang terpilih menerima intervensi langsung dari pemerintah pusat.

    Program penataan ini akan dimulai dengan pembangunan tahap pertama yang mencakup area seluas 15 hektare dari total 30 hektare yang telah diusulkan. Pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp9,9 miliar untuk mendukung pelaksanaan tahap awal ini.

    Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya program ini di Pasia Nan Tigo. “Alhamdulillah, kita bersyukur karena kawasan kumuh di Pasia Nan Tigo akan segera ditata secara menyeluruh,” Maigus, Rabu (30/7/2025).

    “Atas nama Pemerintah Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, yang telah mengawal usulan ini hingga disetujui pusat,” sambung Maigus.

    Maigus menambahkan, program penataan kawasan kumuh di Pasia Nan Tigo harus dijaga dan didukung seluruh elemen masyarakat agar benar-benar memberikan manfaat konkret.

    “Bantuan sebesar Rp9,9 miliar ini bukan jumlah yang sedikit. Maka kami sangat berharap dukungan RT, RW, LPM, dan seluruh warga dalam mengawal proses pengerjaannya agar selesai tepat waktu dan menjadi kado indah untuk Hari Jadi Kota Padang ke-356,” ujarnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menjelaskan bahwa penataan kawasan kumuh di Pasia Nan Tigo merupakan agenda prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.

    Ia menyebut keberhasilan Padang masuk dalam daftar penerima merupakan hasil kerja keras kepala daerah yang secara langsung menyampaikan proposal ke pemerintah pusat.

    “Usulan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang. Kami teruskan ke Kementerian PUPR dan alhamdulillah langsung dikabulkan. Ini bukti sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata,” kata Zigo.

    Ia juga menekankan pentingnya kesuksesan tahap awal ini, agar pemerintah pusat terus memberikan dukungan. “Baru 15 hektare yang kita tangani dari total 30 hektare. Kalau tahap ini berjalan baik, kita akan perjuangkan sisanya. Mari kita kawal bersama,” pesannya.

    Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sumatera III, Yenni Sofyan Mora, merinci pekerjaan yang akan dilakukan. Proyek dijadwalkan mulai pertengahan September 2025 dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan.

    “Dana ini akan digunakan untuk pembangunan drainase, jalan lingkungan, tempat pengelolaan sampah terpadu (TPS3R), 52 unit sanitasi, 12 unit perbaikan rumah, ruang terbuka hijau, penerangan jalan, dan gapura kawasan,” terang Yenni.

    Ia menyebut program ini merupakan bagian dari target nasional pembangunan 3 juta rumah dengan prioritas di kawasan pesisir, kota, dan desa. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci keberhasilan.

    “Dukungan penuh masyarakat sangat kami butuhkan agar pengerjaan berjalan lancar. Jika ini sukses, bukan tidak mungkin kawasan kumuh di Pasia Nan Tigo bisa ditekan hingga nol,” pungkasnya. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *