BREAKING NEWS
    1,043 view

    Pencegahan Rabies di Padang Diperkuat Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

    Waktu Baca: 3 menit
    Wako Padang, Maigus Nasir, ikut memberikan vaksin ke salah satu kucing peliharaan warga di Padang saat peringatan World Rabies Day 2026 di Kecamatan Padang Selatan. (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Pencegahan rabies di Padang diperkuat Pemerintah Kota Padang melalui kolaborasi lintas sektor pada peringatan World Rabies Day atau Hari Rabies Sedunia 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat, Senin (28/9/2026). Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Camat Padang Selatan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, organisasi profesi, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, dan kelompok pemilik hewan.

    Peringatan yang mengusung tema Stronger Together itu dibuka Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sumbar, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumbar.

    Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Kepala BKHIT Sumbar RM Ende Dezeanto, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar, serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

    Maigus Nasir menekankan bahwa rabies merupakan penyakit menular berbahaya dengan risiko kematian yang sangat tinggi setelah gejala klinis muncul. Karena itu, upaya pencegahan rabies di Padang perlu dilakukan melalui edukasi sekaligus keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

    Menurut Maigus, pengendalian rabies tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Potensi masyarakat perlu dilibatkan agar edukasi mengenai bahaya rabies dan langkah pencegahannya dapat menjangkau lebih banyak lingkungan.

    Penguatan edukasi itu diarahkan melalui forum RT dan RW, kelurahan, sekolah, komunitas, kelompok berburu, hingga perguruan tinggi. Maigus juga mendorong pemberdayaan Dubalang Kota di setiap kelurahan untuk membantu sosialisasi dan pengawasan di tengah masyarakat.

    Pemko Padang juga menyiapkan intervensi langsung melalui vaksinasi hewan. Sepanjang 2026, sebanyak 1.400 dosis vaksin rabies gratis telah disiapkan, sedangkan hingga saat ini vaksinasi sudah diberikan kepada 421 ekor anjing dan kucing peliharaan.

    Pengendalian populasi anjing liar juga menjadi bagian dari agenda berikutnya. Pada 2027, langkah tersebut akan diperkuat dengan melibatkan Dubalang, forum RT dan RW, serta berbagai komunitas masyarakat.

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar Sukarli menyebut Sumatera Barat masih termasuk wilayah endemis rabies. Hingga September 2026, tercatat 53 kasus positif rabies pada hewan di wilayah Sumbar.

    Sukarli juga mengingatkan pentingnya tindakan cepat setelah seseorang mengalami gigitan atau cakaran hewan. Luka harus segera dicuci menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit sebelum korban mendapatkan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan.

    Ketua PDHI Cabang Sumbar Wahidin Beruh menilai peringatan World Rabies Day 2026 di Kota Padang menjadi momentum memperkuat aksi bersama antara pemerintah dan organisasi profesi. Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada vaksinasi, tetapi juga mencakup edukasi dan pelayanan kesehatan hewan.

    Layanan tersebut meliputi vaksinasi rabies massal untuk anjing dan kucing. Edukasi informasi dan komunikasi juga diberikan kepada siswa SD hingga SMA di Kecamatan Padang Selatan.

    Selain itu, pemeriksaan dan pengobatan hewan dilakukan di tiga shelter. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan rabies di Padang melalui pendekatan yang melibatkan pemerintah, tenaga profesional, dan masyarakat. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *