AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
3,241 view

Pengaruh LGBT di Era Digital Jadi Perhatian DPRD Kota Solok

Gambaran nyata dari peristiwa yang melibatkan Pengaruh LGBT.
Anggota DPRD Kota Solok dari Fraksi PKS, Ade Merta, menyampaikan pandangannya terkait tantangan generasi muda di era digital. (Foto: Niko/TimAS)

Kota Solok, AyoSumbar.id – Pengaruh LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian di tengah perkembangan era digital. Khususnya karena mudahnya akses informasi melalui internet dan media sosial. Anggota DPRD Kota Solok dari Fraksi PKS, Ade Merta, mengingatkan pentingnya penguatan karakter generasi muda melalui peran keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Ade Merta menilai perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap sumber pembentukan karakter anak muda. Menurutnya, selain keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial, media digital kini turut memberikan pengaruh kuat terhadap pola pikir serta perilaku generasi muda.

Ia menjelaskan, ruang digital membuat berbagai isu sosial semakin mudah ditemukan dan dikonsumsi, termasuk oleh remaja yang masih berada dalam tahap pencarian jati diri.

“Sebab, LGBT dipandang sebagai salah satu isu yang semakin sering muncul di ruang digital, sehingga mudah diakses oleh remaja yang sedang mencari jati diri. Maka itu mari kita menekankan bahwa tantangan utama bukan hanya fenomena LGBT itu sendiri, melainkan kemampuan generasi muda dalam menyaring informasi di tengah banjir informasi era digital,” ujar Ade Merta.

Legislator yang kini menjalani kuliah Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat itu menegaskan, penguatan pendidikan karakter dan literasi digital menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai pengaruh sosial dan budaya yang berkembang melalui teknologi.

Menurutnya, keluarga dan sekolah memiliki peran strategis dalam membangun fondasi moral generasi muda. Pendidikan akhlak, pembentukan karakter, serta kemampuan berpikir kritis perlu terus diperkuat agar anak muda mampu menyikapi berbagai informasi secara bijak.

Ade Merta juga menekankan bahwa penyelesaian persoalan sosial membutuhkan pendekatan yang tepat. Ia menyebut pendekatan yang mengedepankan stigma dan caci maki tidak akan memberikan solusi.

“Serta kita tegaskan dalam melakukan pendekatan yang mengandung stigma dan caci maki tidak akan menyelesaikan persoalan, justru yang harus kita lakukan untuk mendorong pendekatan yang lebih humanis, persuasif, berbasis dialog, keteladanan, dan pendampingan,” paparnya.

Ia menambahkan, nilai moral dan akhlak harus tetap menjadi dasar dalam menghadapi kemajuan teknologi serta perubahan sosial. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada perkembangan teknologi, tetapi juga kualitas karakter generasinya.

“Sesuai dengan pondasi masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tukas Ade Merta.

Perhatian terhadap pengaruh LGBT di era digital, kata Ade Merta, menjadi bagian dari upaya menjaga penguatan karakter generasi muda melalui nilai keluarga, pendidikan, dan budaya masyarakat Minangkabau. (*)

Avatar of Niko Irawan
Avatar of TimAS
Niko Irawan
Penulis
TimAS
Editor
Exit mobile version